Ekonomi dan Bisnis

Wisman India Diproyeksikan Naik Tahun Ini, Sandiaga: Orang India Senang Nikah di Bali

Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno memproyeksikan angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Tanah Air khusususnya India akan mencapai 500 ribu hingga 1 juta di tahun ini.

Dia mengungkapkan bahwa hal ini didorong oleh tingginya permintaan penerbangan dari India ke Indonesia, dikarenakan orang India gemar mengadakan pernikahan di Bali.

“Permintaan saat ini sangat tinggi terutama untuk destinasi perkawinan. Jadi rupanya orang India senang nikah di Bali,” kata Sandi di Media Center KTT ASEAN 2023, dikutip, Jumat 8 September 2023.

Baca juga: IndiGo Airlines Buka Penerbangan Langsung dari Mumbai ke Jakarta, Cek Jadwalnya

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), hingga Juli 2023 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Juli 2023 mencapai 1.122,95 ribu kunjungan. Jumlah ini meningkat 74,07 persen secara tahunan (yoy) dan naik 5,66 persen secara bulanan (mtm).

BPS mencatat, wimsan asal India hingga Juli 2023 tercatat 54,91 ribu kunjungan atau tumbuh 87,35 peresn secara tahunan (yoy).

Meskipun, Sandi mengatakan, India masih menjadi penyumbang wisman nomer dua di Bali setelah Australia. Namun, peningkatannya cukup signifikan, sebab akan didorong oleh pembukaan rute maskapai Air Asia untuk penerbangan dari India ke Indonesia.

Baca juga: Jokowi Yakin ASEAN dan India Bakal jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Data BPS menyebutkan, pada Juli 2023 wisman asal Australia mencapai 143,1 ribu kunjungan dengan share 12,7 persen atau naik 7,99 persen dibandingkan bulan Juni 2023.

“Kita menargetkan tadinya awalnya 7,4 juta dinaikan jadi 8,5 juta dan per Agustus lalu kita sudah proyeksikan bahwa tahun ini akan tembus angka 10 juta, jadi ini merupakan pencapaian yang signifikan,” ungkap Sandi. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

E-Retribusi Resmi Berlaku di Gilimanuk, Bank BPD Bali Perkuat Digitalisasi Layanan

Poin Penting E-retribusi resmi diterapkan di Terminal dan area manuver Gilimanuk dengan dukungan perangkat CSR… Read More

1 min ago

Agresif! BSN Resmi Ekspansi ke Ekosistem Ekonomi Muhammadiyah

Poin Penting BSN menggandeng Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mengelola ekosistem keuangan AUM dan mendongkrak pangsa… Read More

29 mins ago

127 Ribu BSI Agen Dorong Akselerasi Inklusi Keuangan Syariah

Poin Penting PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memiliki lebih dari 127 ribu BSI Agen… Read More

50 mins ago

Masuk Pasar Asuransi Kesehatan, Roojai Tawarkan Produk Berkonsep Perlindungan Modular

Poin Penting Roojai Indonesia meluncurkan asuransi kesehatan modular yang memungkinkan nasabah menyusun perlindungan dan premi… Read More

1 hour ago

IHSG Sesi I Masih Mampu Ditutup Hijau pada Level 8.330, Naik 0,60 Persen

Poin Penting IHSG sesi I (25/2) ditutup menguat 0,60% ke level 8.330,12 dengan nilai transaksi… Read More

1 hour ago

DJP Luncurkan Coretax Form untuk SPT Nihil, Begini Cara Aksesnya

Poin Penting Direktorat Jenderal Pajak (DJP) meluncurkan Coretax Form untuk memudahkan pelaporan SPT Tahunan PPh… Read More

1 hour ago