Keuangan

Wimboh Enggan Komentari Peluang Dirinya Pimpin OJK

Jakarta – Panitia Seleksi (Pansel) Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) telah meloloskan 21 nama pada seleksi tahap keempat. Dari 21 nama tersebut ada tiga kandidat calon Ketua Dewan Komisoner OJK.

Adapun ketiga nama yang bakal menggantikan Muliaman D Hadad untuk periode 2017-2022 adalah Wimboh Santoso yang merupakan Komisaris Utama Bank Mandiri, lalu Sigit Pramono mantan Ketua Perbanas dan Zulkifli Zaini Mantan Dirut Bank Mandiri.

Salah satu kandidat pengisi kursi Ketua Dewan Komisoner OJK yakni Wimboh Santoso digadang-gadang menjadi kandidat terkuat, sejalan dengan latar belakangnya yang pernah menjabat di Bank Indonesia dan saat ini merupakan Komisaris Utama Bank Mandiri.

Namun demikian, saat ditemui usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Mandiri di Jakarta, Selasa, 14 Maret 2017, Wimboh memilih irit berbicara. Dirinya enggan mengomentari persaingannya dengan dua kandidat lain dalam mengisi jabatan Ketua Dewan Komisioner OJK.

“Duh kok abis RUPS ditanyanya malah soal (Calon) Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan,” ujar Wimboh.

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham Bank Mandiri masih mempertahankan Wimboh sebagai Komisaris Utama Bank Mandiri. Karir Wimboh di industri jasa keuangan bermula sebagai karyawan Bank Indonesia. Pria kelahiran Boyolali 60 tahun lalu ini merupakan alumni Universitas Sebelas Maret, Solo.

Di Bank Sentral, Wimboh pernah menjabat sebagai Direktur Riset dan Regulasi Perbankan sejak 2010-2012. Pada kurun dua tahun itu, banyak regulasi perbankan yang diinisiasi olehnya. Kemudian, pada 2012, Wimboh dipercaya untuk menjadi Kepala Perwakilan Bank Indonesia di New York, Amerika Serikat.

Sementara itu pasca menjabat sebagai pimpinan di kantor perwakilan New York, Wimboh menduduki jabatan baru sebagai Direktur Eksekutif IMF. Lalu pada Desember 2015, Wimboh menjadi Komisaris Utama Bank Mandiri menggantikan Darmin Nasution yang diangkat menjadi Menko Perekonomian. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

1 hour ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

10 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

10 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

11 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

12 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

12 hours ago