Ilustrasi: Proyek perumahan (foto : istimewa)
Jakarta – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sebagai emiten konstruksi BUMN, menyatakan kesiapannya untuk mendukung program tiga juta rumah yang diusung Presiden Prabowo Subianto.
Sekretaris Perusahaan WIKA, Mahendra Vijaya, mengatakan bahwa, hingga saat ini memang belum terdapat program khusus yang dijalankan WIKA untuk mendukung program tiga juta rumah tersebut.
“Tapi intinya apabila pemerintah membutuhkan potensi WIKA dalam program tersebut, tentunya WIKA sebagai agent of development dari pemerintah siap mendukung program tersebut,” ucap Mahendra dalam Paparan Publik secara virtual di Jakarta, 28 November 2024.
Baca juga: Percepat Program 3 Juta Rumah, Pemerintah Hapus BPHTB dan PBG buat Rumah MBR
Mahendra menambahkan, pihaknya saat ini masih akan menunggu finalisasi penanganan infrastruktur yang akan dipetakan oleh pemerintah. Ini dikarenakan pemerintah masih dalam proses untuk mengatasi penanganan infrastruktur dan dampaknya terhadap proses pembangunan.
Di sisi lain, WIKA tetap bersiap dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan proyek tiga juta rumah yang didukung oleh kemampuan perseroan di bidang konstruksi, serta kemampuan lain di bidang EPCC atau engineering, procurement, construction, dan commissioning.
Baca juga: Dukung Program 3 Juta Rumah, BI Siapkan Dua Kebijakan Ini
“WIKA banyak mengerjakan proyek-proyek hilirisasi seperti proyek-proyek pembangunan listrik, kemudian proyek-proyek smelter, kemudian punya proyek-proyek processing plant dan sebagainya, yang ini juga akan menjadi target-target pasar WIKA di 2025,” imbuhnya.
Diketahui, WIKA per akhir Oktober 2024 telah berhasil mengantongi nilai kontrak baru sebesar Rp16,97 miliar yang didominasi oleh sektor infrastruktur dan gedung sebanyak 39,75 persen. Kemudian, diikuti oleh kontrak sektor industri 32,8 persen, dan sisanya 13,22 persen berasal dari sektor energi dan industrial plant. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More
Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More
Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More
Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More
Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More