Market Update

WIKA Beton Kantongi Kontrak Baru Rp4 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting

  • WIKA Beton (WTON) meraih kontrak baru Rp4 triliun sepanjang 2025, didorong proyek strategis dan optimalisasi produk beton pracetak.
  • Pelanggan swasta mendominasi kontrak (54,85%), dengan pasar domestik menjadi kontributor utama sebesar 95,4%, sementara proyek luar negeri menyumbang 4,6%.
  • Sektor infrastruktur jadi penyumbang terbesar (56,35%), seiring komitmen ekspansi bisnis berkelanjutan dan penguatan proyek berbasis ESG

Jakarta – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) atau WIKA Beton membukukan kontrak baru senilai Rp4 triliun sepanjang 2025. 

Sekretaris Perusahaan WTON, Yushadi, mengatakan bahwa perolehan kontrak baru tersebut ditopang oleh optimalisasi kapabilitas produk beton pracetak khusus dan proyek strategis di pasar domestik maupun internasional.

“Kontribusi perolehan omzet kontrak baru itu didominasi oleh pelanggan dari swasta dengan porsi sebesar 54,85 persen, disusul BUMN sebesar 21,65 persen, Kerja Sama Operasi (KSO) atau Joint Operation (JO) sebesar 18,33 persen, serta WIKA dan afiliasi sebesar 5,17 persen,” kata Yushadi dalam keterangan resmi dikutip, Kamis, 5 Februari 2026.

Baca juga: Wijaya Karya (WIKA) Raih Kontrak Baru Rp17,43 Triliun Sepanjang 2025

Sementara itu, dari sisi ekspansi geografis, kontribusi proyek luar negeri mencapai 4,6 persen dengan pasar domestik sebagai tulang punggung sebesar 95,4 persen

Adapun, proyek strategis yang diraih Perseroan di antaranya adalah proyek Railway Systems dan Trackwork pada Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Fase 2A yang mewakili pasar domestik serta proyek Metro Manila Subway di Filipina yang mencerminkan penguatan posisi WIKA Beton di pasar global. 

Infrastruktur Dominasi Portofolio Proyek

Proyek-proyek tersebut meliputi berbagai sektor dengan sektor infrastruktur menjadi kontributor terbesar pada perolehan omzet kontrak baru dengan porsi sebesar 56,35 persen.

Lalu, disusul oleh sektor industri sebesar 15,85 persen, properti sebesar 11,63 persen, kelistrikan sebesar 11,39 persen, tambang sebesar 3,73 persen, dan energi sebesar 1,05 persen, hal itu menunjukkan portofolio proyek WIKA Beton tersebar di berbagai segmen.

Baca juga: WIKA Gedung Bidik Kontrak Baru Rp3 Triliun pada 2026

Momentum pertumbuhan atas kinerja usaha ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap kemampuan eksekusi WIKA Beton, sekaligus menguatkan fondasi bisnis yang berkelanjutan melalui diversifikasi portofolio dan ekspansi bisnis secara geografis. 

Komitmen ESG dan Produk Ramah Lingkungan

Ke depan, WIKA Beton sebagai bagian dari ekosistem Danantara dan BUMN berkomitmen menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan melalui pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Dalam mendukung proyek berorientasi ESG, Perseroan mengembangkan produk sumur resapan segmental ramah lingkungan

Produk tersebut digunakan pada solusi hunian WIKA Beton Home (WHOME) yang mendukung Program 3 Juta Rumah, hunian tetap pascabencana, serta proyek pembangunan pusat data (data center) di Batam melalui penyediaan beragam produk beton pracetak. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Kredit Amar Bank Melesat 35 Persen di 2025, Dorong Pertumbuhan Laba

Poin Penting Laba Amar Bank naik 16,1% menjadi Rp249,6 miliar, tertinggi sepanjang sejarah. Kredit tumbuh… Read More

30 mins ago

Pergeseran Gaji PPL ke Bank Himbara, “Membunuh” BPD Secara Sistemik

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank INDONESIA sedang berputar hebat. Dalam politik ekonomi perbankan… Read More

59 mins ago

BPJS Kesehatan Buka Suara soal Bayi Baru Lahir Otomatis Terdaftar JKN, Ini Faktanya

Poin Penting Bayi baru lahir belum otomatis menjadi peserta JKN, tetap harus didaftarkan. BPJS masih… Read More

2 hours ago

Permata Bank Tebar Dividen Rp1,26 Triliun, Angkat Direktur Baru

Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More

9 hours ago

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

12 hours ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

13 hours ago