Market Update

Wijaya Karya (WIKA) Raih Kontrak Baru Rp17,43 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting

  • WIKA meraih kontrak baru Rp17,43 triliun sepanjang 2025, didominasi proyek infrastruktur dan building.
  • Proyek strategis nasional mencakup IKN, Tol Patimban, irigasi, pengendalian banjir, fasilitas kesehatan, hingga energi.
  • Perseroan optimistis prospek kontrak tetap solid berkat transformasi, strategi cash focused, dan penerapan ESG.

Jakarta – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengumumkan perolehan nilai kontrak baru senilai Rp17,43 triliun sepanjang 2025. 

Berdasarkan segmentasi industri, kontribusi terbesar kontrak baru berasal dari segmen infrastruktur dan building, yang ditopang oleh proyek jalan, jembatan, sumber daya air, hingga gedung pemerintahan dan fasilitas publik. 

Sementara itu, segmen energy & industrial plant (EPCC), industri penunjang konstruksi, properti & realty, serta investasi turut memperkuat portofolio Perseroan melalui komposisi pekerjaan yang terdiversifikasi dan berimbang.

Baca juga: WIKA Gedung Bidik Kontrak Baru Rp3 Triliun pada 2026

Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito (BW), menyampaikan bahwa capaian kontrak baru sepanjang 2025 merupakan hasil konsistensi transformasi Perseroan yang berfokus pada keunggulan eksekusi proyek, pengelolaan risiko yang disiplin, serta strategi cash focused.

“Perolehan kontrak ini menunjukkan kepercayaan pemangku kepentingan yang terus terjaga. WIKA akan memastikan setiap proyek dijalankan secara profesional, efisien, berkelanjutan dan bermanfaat untuk mewujudkan program Asta Cita yang dicanangkan pemerintah,” ujar Agung BW dalam keterangan resmi dikutip, Rabu, 7 Januari 2026.

Proyek Strategis Nasional

Sepanjang 2025, WIKA memperoleh sejumlah proyek infrastruktur strategis nasional yang mendukung program pemerintah dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. 

Proyek tersebut abtara laun pembangunan dan peningkatan infrastruktur di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Proyek Akses Tol Patimban Paket 2 untuk peningkatan konektivitas pengiriman logistik, serta Proyek Pengendalian Banjir Merauke dan jaringan Irigasi Sumatra Utara guna mendukung ketahanan air.

Selain itu, WIKA juga mengerjakan program Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat sebagai dukungan terhadap pemerataan akses pendidikan, pembangunan fasilitas kesehatan RS Sardjito Yogyakarta, serta proyek pembangunan Pipa Transmisi Gas Segmen SKG Belawan-Stasiun Labuhan Batu yang mendorong hilirisasi industri nasional.

Baca juga: RUPSLB Wijaya Karya (WIKA) Setujui 3 Agenda Strategis, Ini Rinciannya

Tidak hanya terlibat dalam proyek strategis nasional, WIKA juga menjalankan peran sosial melalui pembangunan Hunian Sementara (Huntara) Danantara di Aceh Tamiang.

Pembangunan Huntara tersebut dilakukan sebagai respons cepat untuk membantu masyarakat terdampak bencana dengan menyediakan hunian yang layak, aman, dan nyaman selama masa pemulihan.

Selain itu WIKA juga ditunjuk Kementerian Pekerjaan Umum sebagai pelaksana Paket Pekerjaan Penanganan Keadaan Darurat Pasca Bencana Aceh 1 yang dilaksanakan di Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Kota Langsa.

Prospek Kontrak Tetap Solid

Oleh karena itu, untuk ke depannya, WIKA optimistis prospek perolehan kontrak akan tetap solid seiring dengan fokus pemerintah pada pembangunan infrastruktur, hilirisasi industri, serta penguatan konektivitas nasional. 

Dengan kapabilitas sebagai kontraktor Engineering, Procurement, and Construction (EPC) nasional yang terintegrasi serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara berkelanjutan, WIKA meyakini dapat terus meningkatkan daya saing sekaligus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

OJK Cabut Izin Usaha BPR Suliki Gunung Mas, Ini Alasannya!

Poin Penting OJK resmi mencabut izin usaha PT BPR Suliki Gunung Mas melalui KEP-1/D.03/2026 tertanggal… Read More

30 mins ago

Mantan Pincab BRI Tenggarong Mengadu ke Presiden, Kredit Macet Jadi Pidana Korupsi

Poin Penting Mantan Pincab BRI Tenggarong, Andriyani, divonis 10 tahun penjara karena kasus kredit macet… Read More

2 hours ago

Pesan Purbaya untuk Ketua dan Anggota Dewan Direksi LPEI yang Baru Dilantik

Poin Penting Dirjen Kekayaan Negara melantik Sukatmo Padmosukarso sebagai Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif… Read More

3 hours ago

IHSG Dibuka Hijau Mendekati Level 9.000

Poin Penting IHSG dibuka menguat tipis 0,03 persen ke level 8.947,61 pada pembukaan perdagangan 8… Read More

3 hours ago

Update Harga Emas Hari Ini: Galeri24 dan UBS Kompak Naik, Antam Anjlok

Poin Penting Emas Galeri24 naik Rp17.000 menjadi Rp2.599.000 per gram dari sebelumnya Rp2.582.000 per gram.… Read More

3 hours ago

Rupiah Dibuka Melemah Seiring Investor Nantikan Rilis Data Cadangan Devisa RI

Poin Penting Rupiah melemah di awal perdagangan Kamis (8/1/2026) ke level Rp16.792 per dolar AS,… Read More

3 hours ago