Ilustrasi penipuan online phising. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital jelang Lebaran 2026.
Sebab, lonjakan aktivitas transaksi selama periode mudik dan libur panjang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk melancarkan aksinya.
Direktur Kepatuhan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) Yessika Effendi mengatakan, pelaku penipuan kini sering menggunakan teknik social engineering dan phishing untuk mendapatkan data pribadi serta akses ke perangkat korban.
“Modus penipuan digital terus berkembang dan menggunakan teknik manipulasi psikologis, di mana Pelaku memanfaatkan kepanikan korban agar secara sadar memberikan informasi sensitif seperti OTP, PIN, hingga password. Momentum Lebaran sering dimanfaatkan karena masyarakat cenderung lebih lengah dengan adanya berbagai kegiatan,” ujar Yessika, Kamis, 5 Maret 2026.
Ia menjelaskan, dalam praktiknya, pelaku biasanya menghubungi korban dengan mengaku sebagai pegawai bank, petugas pajak, dinas kependudukan, hingga aparat penegak hukum.
Baca juga: BI Ungkap Potensi Kerugian Akibat Kejahatan Siber dan Fraud Tembus Rp397,26 Kuadriliun
Korban kemudian diinformasikan adanya transaksi mencurigakan dan diminta mengklik tautan palsu yang menyerupai situs resmi untuk membatalkan transaksi.
Tak hanya itu, pelaku juga kerap meminta korban mengunduh file APK berisi malware, melakukan share screen melalui WhatsApp, memberikan izin akses pada perangkat, hingga mentransfer sejumlah dana dengan dalih biaya materai atau administrasi.
Lebih lanjut, apabila korban mengikuti instruksi tersebut, pelaku dapat mengambil alih ponsel dan mengakses mobile banking tanpa izin, membaca OTP dan notifikasi penting, mengubah password mobile banking atau M2U ID App (mobile banking milik Maybank Indonesia) serta akun email dan e-wallet, bahkan mengirim pesan palsu ke kontak korban.
“Perlu dipahami bahwa pelaku tidak meretas sistem bank. Mereka memanipulasi korban agar menyerahkan aksesnya sendiri. Karena itu, kewaspadaan nasabah menjadi benteng utama dalam pengamanan dana mereka sendiri,” terangnya.
Sebagai langkah pencegahan, Maybank Indonesia meminta nasabah untuk tidak mengklik tautan atau mengunduh file mencurigakan. Untuk transaksi perbankan, nasabah diminta hanya menggunakan kanal resmi seperti M2U ID Web dan M2U ID App yang tersedia di App Store dan Play Store dengan nama pencarian “Maybank2u ID”.
“Nasabah juga diingatkan untuk tidak pernah membagikan data rahasia seperti OTP, PIN, TAC, passcode Secure2u, serta kode CVV/CVC. Maybank Indonesia tidak pernah meminta data tersebut melalui telepon maupun tautan,” tegasnya.
Baca juga: Waspada Kejahatan Siber, OJK Sebut Mayoritas Hasil Scam Mengalir ke Aset Kripto
Jika menerima informasi transaksi mencurigakan, nasabah diminta tetap tenang, menghentikan komunikasi, dan segera menghubungi layanan pelanggan atau untuk nasabah Maybank Indonesia ke Maybank Customer Care 24/7.
Ia menambahkan, nasabah juga disarankan rutin memeriksa notifikasi transaksi, mengecek saldo, serta mengganti PIN dan password secara berkala.
“Keamanan transaksi digital adalah tanggung jawab bersama. Dengan kewaspadaan yang tinggi, masyarakat dapat menjalani momen Lebaran dengan aman dan nyaman tanpa gangguan kejahatan siber,” tandasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Sepanjang 2025, Allianz Syariah membayarkan klaim Rp600 miliar untuk 2.600 kasus, dengan 67… Read More
Poin Penting Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan Indonesia memiliki alternatif pasokan energi di luar… Read More
Poin Penting Campak mewabah di puluhan kabupaten/kota akibat turunnya cakupan imunisasi dan maraknya misinformasi. Tiga… Read More
Poin Penting Fitch Ratings mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada BBB, namun menurunkan outlook menjadi… Read More
Poin Penting Pengamat UIN STS Jambi Dedek Kusnadi mengingatkan masyarakat mewaspadai empat hoaks terkait Bank… Read More
Poin Penting KPK mengungkap total Rp19 miliar mengalir ke lingkaran keluarga Bupati Pekalongan selama 2023-2026.… Read More