Pemimpin Redaksi Infobank Media Group, Eko B. Supriyanto. (Foto: Zulfikar)
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank
DUNIA PERBANKAN DIKELILINGI OLEH RISIKO. Setiap waktu risiko terus bertambah. Salah-salah, para bankir bisa masuk bui. Kejahatan di bidang perbankan terus menemukan bentuknya yang baru. Bahkan, kejahatan siber (cyber crime) seperti penyakit diabetes yang menimbulkan keretakan pada organ-organ vital lainnya, seperti ginjal dan jantung. Juga, cyber fraud yang tak kalah maraknya. Cyber crime dan cyber fraud bergerak sejalan secara masif.
Sejalan dengan itu, kejahatan primitif perbankan masih tetap subur, seperti kasus debitur Ted Sioeng yang menjadi buronan Interpol. Ted Sioeng dilaporkan meninggalkan kredit macet Rp1,55 triliun. Selain Ted Sioeng, di beberapa bank lain mulai muncul debitur-debitur “sontoloyo” – debitur yang tidak kooperatif, malah melaporkan bank pemberi kredit kepada pihak penegak hukum. Sebelum Ted Sioeng, ada Bank Mandiri yang pernah dilaporkan oleh debiturnya.
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More