Waskita Karya
Poin Penting
Jakarta – PT Waskita Karya (Persero) Tbk pada 1 Oktober 2025 mengumumkan bahwa kembali menambah portofolio proyek Sumber Daya Air (SDA), melalui kontrak baru berupa Rehabilitasi Jaringan Utama Daerah Irigasi (DI) Kewenangan Daerah di Provinsi Banten Paket I, III, dan IV.
Total nilai kontrak proyek SDA itu mencapai Rp415,44 miliar, yang direncanakan dapat rampung dalam waktu kurang lebih tiga bulan, mulai dari September hingga Desember 2025.
Direktur Operasi II WSKT, Dhetik Ariyanto mengatakan, rehabilitasi proyek ini bertujuan untuk menghidupkan kembali fungsi utama irigasi sebagai penopang produktivitas pertanian.
Melalui perbaikan dan peningkatan kualitas saluran yang dilakukan Perseroan, diharapkan DI tersebut mampu menyalurkan air secara lebih efisien, stabil, dan berkelanjutan.
“Manfaat jaringan irigasi ini tidak hanya menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian, tapi juga mengurangi kehilangan air akibat kebocoran. Pada akhirnya, dapat mendorong peningkatan indeks pertanaman di wilayah layanan,” ucap Dhetik dalam keterangan resmi dikutip, Kamis, 2 Oktober 2025.
Baca juga: Waskita Karya (WSKT) Genjot Pembangunan LRT Velodrome-Manggarai, Progres Tembus 57 Persen
Secara rinci pada paket I, kata dia, terdapat 10 DI di Kabupaten Serang dan Kota Serang yang akan direhabilitasi, dengan luas totalnya mencapai lebih dari 2.500 hektar (ha).
“Sedangkan pada paket III, ada enam DI di Kabupaten Lebak yang akan diperbaiki, dengan total luas sebesar 2.678 ha. Lalu pada paket IV, terdiri dari tiga DI di Lebak dan Kota, total luasnya menembus 2.825 ha,” imbuhnya.
Adapun, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Dedi Yudha Lesmana, menyatakan, kegiatan ini merupakan amanah besar, karena berperan langsung dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan.
Baca juga: Waskita Garap Proyek Kedutaan Besar India Senilai Rp334,2 Miliar, Progres Capai 48 Persen
Oleh karena itu, dirinya menekankan bahwa diperlukan kekompakan, komunikasi, serta keseriusan dari seluruh pihak yang terlibat.
“Action plan adalah kunci, kita harus bergerak cepat, dari administrasi hingga pekerjaan lapangan. Dengan kekompakan, insyaallah progres kita bisa naik signifikan, yang terpenting hasilnya nanti harus betul-betul dirasakan masyarakat, khususnya petani,” ujar Dedi. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More