Keuangan

Warga RI Makin Gemar Utang di Pindar dan Paylater, Ini Buktinya

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, outstanding pembiayaan di sektor industri fintech peer to peer (P2P) lending alias pinjaman daring (pindar) hingga April 2025 tumbuh 29,01 persen secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp80,94 triliun.

Outstanding pembiayaan di April 2025 tumbuh 29,01 persen yoy. Di Maret lalu 28,72 persen yoy. Total outstanding sebesar Rp80,94 triliun,” katanya Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK dalam Konferensi Pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Mei 2025, Senin, 2 Juni 2025. 

Hal tersebut turut diikuiti dengan rasio pembiayaan bermasalah atau nonperforming financing (NPF) gross atau TWP90 yang masih terjaga, yakni sebesar 2,93 persen. Rasio ini masih di bawah regulator sebesar 5 persen.

Baca juga : Bos OJK Beberkan Kondisi Sektor Jasa Keuangan di Tengah Tensi Perang Dagang

Sementara itu, untuk pembiayaan buy now pay later (BNPL) atau paylater pada April 2025 tercatat meningkat sebesar 47,11 persen yoy menjadi Rp8,24 triliun. Adapun NPF gross berada di level 3,74 persen, naik dari bulan lalu yang sebesar 3,48 persen.

Terkait kewajiban pemenuhan ekuitas minimum, terdapat 4 dari 145 perusahaan pembiayaan yang belum memenuhi kewajiban ekuitas minimum Rp100 miliar.

Baca juga : Ormas Bikin Pusing Multifinance, Ini Arahan OJK

“Dan 15 dari 97 dari penyelenggara P2P lending yang belum memenuhi kewajiban ekuitas minimum Rp7,5 miliar. Dari 19 penyelenggara P2P tersebut, 4 penyelenggara P2P lending dalam proses analisis permohonan peningkatan modal disetor,” pungkasnya

OJK terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mendorong pemenuhan kewajiban ekuitas minimum dimaksud, baik berupa injeksi modal dan pemegang saham, maupun dari strategik investor yang kredibel, termasuk pengembalian izin usaha. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Muamalat DIN Dorong Zakat Digital, Volume Ziswaf Melonjak

Poin Penting Transaksi ziswaf melalui Muamalat DIN naik 24,75% secara tahunan hingga akhir 2025, menunjukkan… Read More

10 mins ago

BEI Ungkap 8 Perusahaan Antre Masuk Bursa, Didominasi Aset Jumbo

Poin Penting BEI mencatat 8 perusahaan dalam pipeline IPO 2026, terdiri dari 5 perusahaan aset… Read More

33 mins ago

BI dan Kemenkeu Sepakat Debt Switching SBN Rp173,4 Triliun Tahun Ini

Poin Penting BI dan Kemenkeu sepakat lakukan debt switching SBN Rp173,4 triliun pada 2026, sesuai… Read More

1 hour ago

Askrindo Perluas Asuransi Pariwisata di Jateng, Gandeng 20 Biro Travel

Poin Penting Askrindo menandatangani MoU dengan 20 biro travel di Jateng untuk memperluas perlindungan asuransi… Read More

2 hours ago

Harga Emas Hari Ini 23 Februari 2026: Antam Naik Rp16.000, Galeri24-UBS Stabil

Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS stabil pada 23 Februari 2026, masing-masing di Rp3.047.000… Read More

3 hours ago

Rupiah Dibuka Menguat, Dipicu Pembatalan Tarif Trump oleh Mahkamah Agung AS

Poin Penting Rupiah dibuka menguat 0,12% ke level Rp16.868 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya… Read More

3 hours ago