Wapres Optimis Ekonomi RI Tak Akan Terpuruk

Wapres Optimis Ekonomi RI Tak Akan Terpuruk

Ma'ruf Amin: Pandemi COVID-19 Buka Peluang Besar Produk Halal
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Pemerintah Indonesia telah menggulirkan berbagai stimulus guna mengantisipasi tekanan ekonomi akibat pandemi covid-19 yang bisa menyebabkan pertumbuhan ekonomi terkontraksi hingga menjadi minus pada kuartal kedua tahun 2020.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin saat memberikan sambutan pada acara peluncuran buku Pandemi Corona: Virus Deglobalisasi Masa Depan Perekonomian Global dan Nasional yang diselenggarakan oleh INDEF. Meski begitu, Ma’ruf optimis ekonomi RI tidak akan terpuruk begitu dalam.

“Ekonomi kuartal pertama sudah mengalami perlambatan hanya tumbuh 2,97% dibanding 2019. Ekonomi diperkirakan akan tumbuh negatif pada kuartal kedua, oleh karena itu selain upaya sungguh sungguh mengendalikan penyebaran covid pada saat yang sama kita harus mampu menangani dampak ekonomi agar tidak tetpuruk terlalu dalam,” kata Ma’ruf melalui video conference di Jakarta, Senin 13 Juli 2020.

Dalam paparannya, Ma’ruf menyampaikan bahwa Pemerintah telah bertindak cepat dalam menanggulangi pandemi covid-19 termasuk dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Adapun Pemerintah telah menyiapkan anggaran PEN yang terus meningkat. Dimana sejak awal, pemerintah mengalokasikan pembiayaan PEN sebesar Rp405,1 triliun, kemudian naik menjadi Rp677,2 triliun, lalu naik lagi menjadi Rp 695,2 triliun.

Ma’ruf berharap anggaran tersebut dapat terserap oleh berbagai instrumen stimulus diantaranya bantuan sosial, subsidi bunga maupun penempatan dana di bank BUMN serta kebijakan lainnya.

“Untuk mendorong ekonomi bergerak, pemerintah mulai pembukaan ekonomi new normal kembali secara selektif untuk menggerakan roda perekonomian pada saat sama kita terapkan protokol kesehatan dalam tatanan baru perubahan perilaku masyarakat,” tambah Ma’ruf.

Sebagai informasi saja, Menteri Keuangan Sri Mulyani sempat menyatakan pandanganya mengenai skenario terburuk pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua 2020 keseluruhan bisa mencapai minus 5,1% dan posisi terbaiknya di kisaran minus 3,5%. (*)

Editor: Rezkiana Np

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]