Nasional

Wamenkop Dorong Rebranding Kopdes Merah Putih Jadi Koperasi Modern dan Produktif

Poin Penting

  • Kemenkop dorong rebranding koperasi agar berfokus pada kegiatan ekonomi produktif, bukan hanya simpan pinjam.
  • Kopkel Merah Putih difasilitasi PMO dan asisten bisnis, dengan dukungan infrastruktur hingga Rp3 miliar per koperasi.
  • Pemkot Blitar dukung Kopkel Merah Putih sebagai pusat perdagangan dan mitra penyedia barang untuk program Makan Bergizi Gratis.

Jakarta – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengungkapkan, pihaknya memiliki visi besar untuk me-rebranding makna koperasi, agar tidak hanya simpan pinjam, melainkan  lembaga perekonomian yang bertujuan menyejahterakan anggota melalui semangat gotong-royong.

“Sehingga, kita berharap Koperasi Desa Merah Putih ini keanggotaannya terus bertambah, atau minimal setengah dari warga kelurahan yang ada,” kata Farida, dalam kunjungan ke gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Minggu, 26 Oktober 2025.

Menurut Farida, langkah rebranding koperasi dimulai dari memperkuat core business masing-masing koperasi.

“Maka, hari ini Kementerian Koperasi memfasilitasi Koperasi Kelurahan Merah Putih ini dengan pendampingan melalui Project Management Officer (PMO) di tingkat Kabupaten,” jelasnya.

Baca juga: Operasional 80.000 Kopdes Merah Putih Ditarget Tuntas Maret 2026

Selain PMO, kata dia, tersedia pula asisten bisnis yang membantu Kopkel Merah Putih menentukan arah bisnisnya, mulai dari sektor yang digarap, perhitungan omzet, kebutuhan modal, hingga strategi penjualan.

“Yang namanya bisnis hitung-hitungannya harus untung,” ujarnya.

Dukungan Infrastruktur dan Fasilitas Koperasi

Farida menjelaskan, berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025, setiap koperasi akan dibangunkan gerai dan gudang, beserta dengan alat transportasinya dengan nilai plafon Rp3 miliar. 

“Sehingga, tugas wali kota adalah menginventarisasi aset tanah minimal 1.000 meter persegi. Titiknya harus strategis ya,” kata Wamenkop.

Ia optimistis pengalaman bisnis Wali Kota Blitar dapat membantu menentukan lokasi-lokasi strategis bagi Kopkel Merah Putih.

Baca juga: Menkop Ferry Dorong Swasta Dukung Kopdes Merah Putih Lewat Dana CSR

Terlebih lagi, saat ini Kopkel Merah Putih bahkan telah berkembang menjadi pengecer pupuk subsidi, serta klinik kesehatan dan apotek.

“Ini merupakan kesempatan bagi masyarakat, kapan lagi warga masyarakat itu ditargetkan jadi pelaku pasar yang punya produk-produk kemudian ditaruh di koperasi,” beber Farida.

Dorong Partisipasi Warga Lewat Produk Lokal

Farida menjelaskan, hasil pertanian dan perkebunan warga dapat dipasarkan melalui koperasi.

“Yang beli juga warganya sendiri, ada selisih untungnya menjadi SHU koperasi yang nanti dibagi untuk anggotanya hingga kembali lagi ke masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menyampaikan bahwa pihaknya telah mengarahkan SPPG dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya, supaya mengambil barang-barangnya di Kopkel Merah Putih. 

“Saya yakinkan bahwa Kopkel Merah Putih profesional, barang-barangnya juga kompeten. Dan ketika mengambil di Kopkel Merah Putih, kualitas barangnya juga tidak kalah sama yang di luar,” kata Syauqul.

Baca juga: Ini Alasan Menkop Ferry Gandeng GP Ansor Sukseskan Program Kopdes Merah Putih

Ia menambahkan, Pemkot Blitar juga membuka jalur perdagangan antardaerah untuk memperluas jaringan distribusi Kopkel Merah Putih

“Harapannya nanti suplai bahan pokok di sekitar Blitar Raya dilakukan Kopkel Merah Putih. Jejaring ini sudah terbentuk,” ujarnya.

Kopkel Merah Putih Disiapkan Jadi Pusat Perdagangan Baru

Bahkan, seiring dengan perkembangannya, Pemkot Blitar berencana menjadikan pusat perdagangan Kopkel Merah Putih sebagai salah satu pemain utama di sektor perdagangan Kota Blitar. 

“Dengan begitu, bisnis Kopkel Merah Putih itu lebih utama bukan soal permodalan dan sebagainya,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Insan Tugure Berbagi di Ramadhan, 300 Paket Sembako Disalurkan

Poin Penting Tugure menyalurkan 300 paket sembako melalui program Bakti Sosial Ramadhan 1447 H. Seluruh… Read More

22 mins ago

Perang AS-Iran Masih Memanas, Rupiah Dibuka Melemah

Poin Penting Rupiah melemah di pembukaan perdagangan ke level Rp16.971 per dolar AS, turun 0,08… Read More

1 hour ago

Update Harga Emas Hari Ini (16/3): Galeri24-UBS Stagnan, Antam Turun

Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian stagnan pada 16 Maret 2026. Harga… Read More

2 hours ago

IHSG Masih Lanjut Dibuka Turun 0,56 Persen ke Level 7.098

Poin Penting IHSG dibuka melemah 0,54 persen ke level 7.098 pada awal perdagangan Senin (16/3).… Read More

2 hours ago

IHSG Awal Pekan Masih Berpotensi Melemah, Ini Katalis Penggeraknya

Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan pelemahan dengan level support 6.865–7.000 dan resistance 7.275–7.410. Sentimen negatif… Read More

3 hours ago

PMI 53,8: Sirkus Musiman yang Dipuji Purbaya di Istana Sebagai Mukjizat

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minggu… Read More

7 hours ago