Jakarta – Wakil Menteri Keuangan RI, Suahasil Nazara meminta agar setiap perbankan kembali mendorong penyaluran kredit seiring dengan pemulihan ekonomi. Menurutnya, pemerintah dan regulator lainnya telah bekerja sama untuk memaksimalkan pertumbuhan ekonomi meskipun berada di tengah situasi sulit dan ketidakpastian.
“Kita berharap kunci utama dari perbankan sebagai intermediary adalah kembali menyalurkan kredit kepada masyarakat. Demandnya mulai ada, supply distruptionnya ada, itu adalah pasar untuk ibu bapak menyalurkan kredit. Tentu dilakukan sesuai dengan kemampuan,” jelas Suahasil pada sambutannya di Infobank Banking Service Excellence Awards 2022, Kamis, 30 Juni 2022.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), fungsi intermediasi perbankan pada Mei 2022 tercatat meningkat. Hal tercermin dari kredit yang tumbuh 9,03% (y-on-y) didorong peningkatan pada kredit UMKM dan ritel. Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat Ekonomi Indonesia triwulan I-2022 terhadap triwulan I-2021 tumbuh sebesar 5,01% yoy.
Suahasil memiliki tiga permintaan kepada perbankan dalam menjalankan fungsi intermediasinya. Pertama, Ia meminta agar perbankan bisa mendorong penyaluran kreditnya kepada UMKM ke 30% di 2024. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo sebelumnya.
“Kedua, Bapak Presiden juga mengatakan kalau belanja mbok ya produk dalam negeri. Saya mengerti sebagai intermediary perbankan harus netral. Tetapi kalau teman perbankan bisa mendorong penggunaan barang dalam negeri saat intermediary. Ini multiplier yang luar biasa untuk belanja masyarakat,” ujarnya.
Ketiga, perbankan juga perlu terus mikirkan tren transisi ekonomi dan pembiayaan hijau yang semakin tinggi. Pembiayaan sektor-sektor tidak hijau akan semakin mahal dan perlu dikurangi. Ia mendorong agar pembiayaan perbankan terus meningkat ke ekonomi hijau. Dengan demikian, sektor perbankan bisa semakin berkontribusi kepada pembiayaan yang berkelanjutan. (*)
Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More
Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More
Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More
Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More
Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif maksimal LRT Jabodebek sebesar Rp10.000 selama… Read More