Jakarta – Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengimbau agar para akuntan pendidik dapat mengikuti perkembangan teknologi yang pesat belakangan ini. Selain tools yang dipakai, pengetahuan terkait dengan fenomena-fenomena akuntansi di era digital juga harus terus di-update.
“Kalau jaman dulu, perusahaan taksi yang dicatat fixed asset-nya sangat banyak, sekarang perusahaan transportasi online, dari fixed menjadi intangible. Nah, perkembangan semacam ini yang harus kita pahami,” ujar Wamenkeu seperti dikutip dari laman Setkab di Jakarta, Rabu, 5 Desember 2018.
Dirinya mengungkapkan, bahwa yang terpenting dalam menghadapi perkembangan teknologi yang pesat adalah dengan membuka pikiran (open-mind). Namun yang tak kalah penting adalah menanamkan value seperti integritas agar kompetitif dengan akuntan global.
“Mahasiswa sekarang pintar, cerdas, IQ dan IP tinggi tapi belum tentu mempunyai integritas. Nanti di dunia kerja bisa kalah dengan akuntan dari negara lain dalam menghadapi persaingan global,” tegasnya.
Oleh sebab itu, dirinya berpesan kepada para dosen, bahwa salah satu tugas dosen selain harus terus mengembangkan pengalaman adalah turut membangun integritas melalui penanaman nilai, komitmen moral, etika, sikap, etos kerja, serta semangat kepada mahasiswa. (*)
Poin Penting: MK memutuskan hanya BPK yang berwenang menghitung kerugian negara dalam perkara korupsi. KPK… Read More
Poin Penting OJK telah memblokir 33.252 rekening terindikasi judi online, meningkat dari sebelumnya 32.556 rekening.… Read More
Poin Penting OJK mencatat 53 rencana penawaran umum hingga Maret 2026, dengan 15 perusahaan di… Read More
Poin Penting Marak jasa joki Coretax di media sosial dengan tarif Rp50–100 ribu, memanfaatkan kesulitan… Read More
Poin Penting OJK kaji universal banking, yakni integrasi layanan keuangan (perbankan, asuransi, investasi, fintech) dalam… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,19 persen ke level 7.002,69 pada awal perdagangan, berbalik dari… Read More