Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk terus mendorong pemerintah daerah, terutama di Papua untuk meningkatkan investasi. Optimalisasi potensi lokal untuk menarik investasi disebutnya sebagai kunci pembangunan, seperti yang dilakukan Papua Barat Daya.
Ribka juga mengapresiasi Provinsi Papua Barat Daya yang berhasil menarik investor untuk menggelontorkan modal. Meski baru berusia dua tahun, provinsi termuda di Indonesia itu dinilai mampu mempromosikan potensi daerah yang ada di Papua Barat Daya.
“Ini bisa menjadi contoh untuk daerah Papua yang lain. Kita selama ini tidak harus mengharapkan transfer dari pusat. Tapi bagaimana kita menggali semua potensi daerah dengan mengajak semua stakeholder, investor atau kementerian lembaga yang kompeten dalam memberikan pendampingan,” ujar Ribka ditemui di sela Papua Barat Daya Investment Year 2024 di Jakarta, Rabu, 11 Desember 2024.
Baca juga: Papua Barat Daya Tarik Investasi Rp2 T, Plh Gubernur Jamin Iklim Investasi Kondusif
Sebagai daerah otonomi baru (DOB) paling muda di Papua, Papua Barat terbukti mampu menarik minat investor. Ini tentu akan berdampak positif bagi pendapatan asli daerah (PAD) Papua Barat Daya.
Ia menambahkan, Pemda perlu menjadikan semangat daerah sebagai sebuah gerakan untuk membangun potensi yang ada demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.
Untuk menarik minat investor, maka pemprov perlu menjamin kondisi daerah terjamin keamanannya. Dengan begitu, investor mana saja bisa tertarik untuk berinvestasi. Apalagi Papua mempunyai potensi, termasuk sumber daya alam yang sangat besar untuk bisa dimanfaatkan oleh Pemda.
“Kalau kondisifitas daerah itu terjaga, siapa saja orang bisa datang dan berinvestasi. Tapi kalau isunya selalu soal keamanan yang terganggun, mohon maaf orang belum datang saja pasti sudah tidak ingin datang. Jadi ini harus kita jaga demi ekonomi daerah kita,” tambah Ribka. (*) Ari Astriawan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More
Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More