Nasional

Wamen BUMN Beberkan Kunci Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Jakarta – Pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan mencapai 8 persen pada 2029 dinilai dapat didorong oleh sumber peningkatan baru, yakni ekonomi syariah.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo dalam kegiatan Global Islamic Finance Summit (GIFS) 2025 yang digelar oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI.

Menurutnya, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi tersebut strategi ekonomi syariah dapat didorong dengan pengembangan sektor pariwisata dan produk industri halal, seperti makanan, minuman, farmasi, hingga domestik.

Baca juga: Pemerintah Optimis Ekonomi RI Capai 5 Persen di 2025, Lebih Baik dari AS-China

Pengembangan ekonomi syariah juga dapat didukung melalui perluasan sektor keuangan sosial syariah, antara lain terkait zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

“Secara keseluruhan upaya-upaya ini dapat berkontribusi pada pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen pada tahun 2029,” ucap Tiko sapaan akrabnya dalam GIFS 2025 di Jakarta, 29 April.

Tiko juga menjelaskan, ekonomi syariah mampu memperkuat ekosistem keuangan nasional hingga mendukung keberlanjutan ekonomi jangka panjang, melalui optimalisasi penerimaan pajak dan peningkatan aliran zakat dan wakaf.

Di sisi lain, State of the Global Islamic Economy (SGIE) memproyeksikan bahwa nilai industri halal global akan mencapai USD2.596,9 miliar di tahun ini, sementara ekonomi syariah Indonesia diperkirakan akan mencapai USD248,78 miliar.

Baca juga: Rosan: 844 BUMN Resmi jadi Bagian Danantara Indonesia

“Bidang utama pengembangan di Indonesia adalah industri makanan dan minuman halal, farmasi, dan kosmetik, yang diperkirakan akan berkontribusi sekitar USD196,29 miliar,” imbuhnya.

BUMN juga diharapkan dapat mendorong peran krusial dalam percepatan pertumbuhan industri halal nasional. Lalu, percepatan sertifikasi halal dan pengembangan perbankan komoditas halal penting dalam mendukung pengembangan sektor riil. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Respons BSI soal Perpanjangan Penempatan Dana SAL Rp200 Triliun

Poin Penting Pemerintah perpanjang penempatan dana SAL Rp200 triliun hingga September 2026 untuk menjaga likuiditas… Read More

9 mins ago

Harga Emas Antam Cs Naik Serentak, Ini Rincian Lengkapnya

Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak naik pada 24 Februari 2026 di… Read More

1 hour ago

Rupiah Dibuka Melemah di Level Rp16.835 per Dolar AS, Dipicu Sentimen Global

Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,20% ke level Rp16.835 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya… Read More

2 hours ago

Bank INA Optimistis Kredit Tumbuh 15–20 Persen di 2026, Lampaui Target OJK

Poin Penting Bank INA optimistis mampu melampaui target pertumbuhan kredit 8–12 persen dari OJK dengan… Read More

2 hours ago

IHSG Kembali Dibuka Naik 0,36 Persen ke Posisi 8.425

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,36% ke level 8.425,94 dengan nilai transaksi Rp415,39 miliar dan… Read More

2 hours ago

OJK bakal Hapus KBMI 1, Bank INA Bilang Begini

Poin Penting OJK siapkan penghapusan KBMI I dan mendorong bank bermodal inti Rp3 triliun–Rp6 triliun… Read More

3 hours ago