News Update

Wah, Bunga KPR BTN Menuju Single Digit

Jakarta–Berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah dinilai akan membantu perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit ke arah single digit pada tahun ini.

Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan, suku bunga dana sekarang masih berdasarkan BI rate. “Ada kesepakatan (bunga deposito) Himbara hanya menambah 25 bps dari BI rate. Ini akan kita turunkan suku bunga dana dari sebelumnya BI rate jadi 7 days repo rate akan dilakukan Agustus nanti,” tukasnya di Menara BTN, Jakarta, Senin, 25 Juli 2016.

Ia menambahkan, bahwa dengan kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty dari pemerintah akan mendukung pelonggaran likuiditas perbankan sehingga penurunan suku bunga dana akan lebih cepat lagi. Hal ini tentunya akan mendorong penurunan suku bunga kredit semakin cepat pula.

“Jadi penurunan suku bunga KPR dan non-KPR bisa mulai dilakukan pada Oktober,” ucap Maryono usai memaparkan kinerja perseroan kepada wartawan.

Namun demikian, Maryono menegaskan bahwa suku bunga KPR subsidi sudah sangat rendah karena merupakan program pemerintah. Sedangkan untuk KPR nonsubsidi di BTN, lanjutnya, untuk bunga promo sudah di bawah 10% atau bisa disebut single digit. Sedangkan bunga KPR nonsubsidi tanpa promo di level 10,5-11%. “Akan kita turunkan bertahap,” tegasnya.

Direktur BTN, Iman Nugroho Soeko sebelumnya menyebutkan, bahwa kemampuan perseroan untuk menurunkan bunga kredit memang sangat tergantung dengan penurunan bunga dana. Penurunan bunga dana sendiri amat tergantung dari beberapa hal seperti BI rate, LPS rate dan capping bunga deposito OJK.

“Ini nanti tunggu guidance OJK apakah capping (bunga deposito) berdasarkan 7 days repo rate. Kalau itu (dilakukan) penurunan bunga (dana dan kredit) bisa akan lebih cepat lagi,” tutur Iman.

Berdasarkan data industri perbankan per Maret 2016, pangsa pasar KPR BTN terhadap industri mencapai 31,7%. Sementara khusus untuk KPR subsidi saja mencapai 97%. (*)

 

 

 

Editor: Paulus Yoga

Paulus Yoga

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

7 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

8 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

8 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

14 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

15 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

15 hours ago