BPS; Pantau inflasi. (Foto: Erman)
Naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, telah mendorong inflasi Juli 2015 hampir menyentuh 1%, dan 7,26% dalam setahunan. Rezkiana Nisaputra
Jakarta–Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, laju inflasi pada Juli 2015 hampir mnyentuh 1% yakni mencapai 0,93% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 121,26. Dari 82 kota IHK, tercatat cuma 2 kota mengalami deflasi.
Kepala BPS, Suryamin mengatakan, inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang 3,18% dengan IHK 121,65 dan terendah terjadi di Pematang Siantar 0,06% dengan IHK 123,59. Sementara deflasi terjadi di Tanjung Pandan 0,48% dengan IHK 125,30 dan Merauke 0,65% dengan IHK 122,44.
Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan 2,02%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,51%, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,13%.
“Lalu kelompok sandang 0,39%, kelompok kesehatan 0,36%, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,34%, dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 1,74%,” ujar Suryamin di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2015.
Sementara untuk tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Juli) 2015 sebesar 1,90% dan secara setahunan (Juli 2015 terhadap Juli 2014) sebesar 7,26%. Komponen inti pada Juli 2015 mengalami inflasi sebesar 0,34%, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Juli) 2015 sebesar 2,34%.
“Sedangkan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Juli 2015 terhadap Juli 2014) sebesar 4,86%,” tutup Suryamin. (*)
@rezki_saputra
Poin Penting OJK mencabut izin usaha PT Varia Intra Finance (VIF) melalui SK Anggota Dewan… Read More
Poin Penting Amartha buka peluang IPO di Bursa Efek Indonesia sebagai bagian dari strategi pengembangan… Read More
Poin Penting OJK menilai bank KBMI I (modal inti hingga Rp6 triliun) masih berpeluang memperkuat… Read More
Poin Penting Amartha menyalurkan pembiayaan Rp13,2 triliun pada 2025, tumbuh lebih dari 20% secara tahunan,… Read More
Poin Penting BNI–Siemens Indonesia menjalin kerja sama pembiayaan Rp300 miliar untuk proyek dan modal kerja… Read More
Poin Penting Tensi geopolitik mendorong aliran dana ke USD, membuat rupiah tetap rentan meski sempat… Read More