Jakarta – Taliban menunjuk Haji Mohammad Idris sebagai Gubernur Bank Sentral Afganistan, Da Afganistan Bank (DAB). Meskipun demikian, Gul Maqsood Sabit, Mantan Wakil Menteri Keuangan Afganistan mengaku belum pernah mendengar tentang Idris.
“Orang ini adalah seseorang yang bertugas di Komisi Ekonomi Taliban. Dia adalah seorang guru di (sekolah agama) di Pakistan, dan dari sanalah dia berasal, jadi hanya itu yang kami ketahui tentang orang ini, dan sekarang dia mengelola bank sentral. Dia mungkin tidak memiliki pengalaman sama sekali,” terangnya seperti yang dikutip di NBC News, Jumat, 27 Agustus 2021.
Para ahli ekonomi memperingatkan bahwa tindakan sembrono ini berpotensi membuat perekonomian Afganistan semakin rapuh. Komunitas internasional didesak untuk segera melakukan intervensi agar tidak terjadi dampak perekonomian yang makin parah.
Sebelumnya, aset-aset DAB yang mayoritas tersimpan di Federal Reserve telah dibekukan oleh Amerika Serikat. Tujuannya agar Taliban tidak bisa menggunakannya untuk pendanaan pemerintahannya.
Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) sudah menarik dukungan finansial dari Afganistan. Kedua institusi keuangan dunia ini khawatir akan rapuhnya pemerintah serta stabilitas politik negara Afganistan. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting IHSG melemah tipis 0,15% ke level 7.268,03 pada penutupan sesi I perdagangan (9/4).… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan biaya haji 2026 turun Rp2 juta meski harga avtur naik. Kenaikan… Read More
Oleh Paul Sutaryono PADA 25 Maret 2026, Mahkamah Agung telah resmi melantik Friderica Widyasari Dewi… Read More
Poin Penting Askrindo menjalin kerja sama dengan Pemkab Bone untuk penjaminan suretyship dan asuransi umum… Read More
Poin Penting BRI Life dan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium The… Read More
Poin Penting Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun di… Read More