News Update

Wacana QRIS Jadi Dasar Penilaian Kredit, Begini Tanggapan OJK

Poin Penting

  • OJK menyambut positif pemanfaatan data transaksi QRIS sebagai alternatif credit scoring di fintech, namun menegaskan perlunya kajian mendalam terkait pelindungan data pribadi dan validitas informasi.
  • BI menilai jejak digital QRIS dapat diolah oleh AI untuk menilai kelayakan kredit UMKM, membuka akses pembiayaan baru di sektor perbankan dan fintech.
  • Outstanding pinjaman daring naik 22,16% YoY menjadi Rp90,99 triliun per September 2025, menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan industri P2P lending.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menanggapi wacana penggunaan data transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai dasar penilaian kelayakan kredit atau credit scoring di sektor fintech peer to peer (P2P) lending.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya, Agusman mengatakan, pihaknya menyambut baik inovasi pemanfaatan data transaksi keuangan, termasuk QRIS, untuk mendukung inklusi keuangan.

Namun, ia menegaskan perlunya kajian mendalam sebelum penerapan dilakukan karena menyangkut aspek pelindungan data pribadi masyarakat.

“Penerapannya perlu pendalaman dengan tetap memperhatikan pelindungan data pribadi, validitas data, dan prinsip kehati-hatian,” ujar Agusman, dalam keterangannya, dikutip Kamis, 13 November 2025.

Baca juga: OJK Catat Utang Pinjaman Daring Masyarakat Tembus Rp90,99 Triliun, Naik 22,16 Persen

Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung menjelaskan, sistem credit scoring modern dapat memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengolah jejak digital dari transaksi pembayaran seperti QRIS.

Menurutnya, pelaku UMKM yang aktif bertransaksi dengan QRIS secara otomatis memiliki rekam jejak digital yang mencerminkan aktivitas keuangan mereka, mulai dari pemasukan, pengeluaran, hingga jumlah pelanggan.

“Jejak-jejak digital keuangan dari pelaku UMKM bisa diubah oleh AI menjadi suatu akses keuangan, ketika mereka itu memerlukan pinjaman dari bank atau pinjaman dari fintech lending, yang sering sekarang disebut dengan alternative credit scoring,” ucapnya dalam acara FEKDI & IFSE 2025 di Jakarta, Sabtu, 1 November 2025.

Pinjaman Daring Terus Tumbuh di Atas 22 Persen

OJK mencatat, total outstanding pembiayaan di industri pinjaman daring (pindar) mencapai Rp90,99 triliun per September 2025, tumbuh 22,16 persen secara tahunan (year-on-year).

Baca juga: OJK Catat Utang Pindar Warga RI Tembus Rp87,61 Triliun di Agustus 2025

Jika dibandingkan dengan posisi Agustus 2025 yang sebesar Rp87,61 triliun, terjadi peningkatan yang cukup signifikan.

“Pada industri pinjaman daring, outstanding pembiayaan pada September 2025 tumbuh 22,16 persen yoy, dengan nominal sebesar Rp90,99 triliun,” kata Agusman dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK secara virtual, Jumat, 7 November 2025.

Tren peningkatan ini berlanjut sejak pertengahan tahun. Pada Juni 2025, total pembiayaan P2P lending tercatat Rp83,52 triliun, menunjukkan pertumbuhan yang konsisten di tengah peningkatan kebutuhan pendanaan masyarakat. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

9 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

10 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

10 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

16 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

17 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

17 hours ago