Volvo Construction Indonesia Bersinergi Dengan MNC Leasing
Jakarta – Prospek alat berat di Indonesia mengalami kenaikan signifikan sejak tahun 2017. Tahun 2018 terutama di semester 1, pasar alat berat di Indonesia masih mengalami lonjakan permintaan yang cukup besar.
Lonjakan permintaan ini dipengaruhi oleh pulihnya harga komoditas di Indonesia, serta proyek pembangunan infratsuktur yang masif di Indonesia.
Volvo Construction Indonesia menggandeng PT MNC Guna Usaha Indonesia (MNC Leasing) sebagai partner strategis dalam pembiayaan produk Excavator EC200D.
Perusahaan yang berada dibawah naungan PT MNC Kapital Indonesia Tbk ini diberikan kesempatan sebagai partner pembiayaan untuk Excavator EC200D yang diklaim menjadi Excavator paling cepat di kelasnya. Kecepatan dan kekuatan menjadi poin utama produk ini.
Baca juga: Biayai Alat Berat Sumitomo, MNC Leasing Gandeng Oscar Mas
CEO MNC Leasing Paulus Cholot Janala mengatakan, perseroan memberikan gebrakan program pembiayaan special untuk customer Volvo Construction Equipment Indonesia berupa bebas pembayaran angsuran untuk 3 bulan.
“Selain itu, kami juga memberikan tambahan berupa asuransi alat berat terbaik, cukup bayar 2,5% untuk cover asuransi selama 3 tahun,” ujarnya, dalam siaran pers di Jakarta, Senin, 12 Maret 2018.
Lebih lanjut, Cholot berharap program tersebut dapat membidik pasar konstruksi di Indonesia, dan berperan serta dalam kemajuan infrastruktur di Indonesia.
“Saat ini, portofolio penyaluran pembiayaan MNC Leasing masih didominasi alat berat sebesar 70%. Market alat berat di 2018 diprediksikan juga cukup stabil. Hal ini didorong oleh proses pemulihan komoditas di Indonesia yang cukup signifikan di 2017,” tambahnya.
Dia juga menilai penunjang utama pasar alat berat selain komoditas, juga ditopang oleh pembangunan infrastruktur yang masif di seluruh wilayah Indonesia. (*)
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More