Ilustrasi: Transaksi QRIS BRI. (Foto: istimewa)
Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tumbuh signifikan mencapai 142,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp37,2 triliun.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, jumlah transaksi QRIS BRI melesat 162,5 persen menjadi 313,7 miliar miliar kali.
“Volume transaksi QRIS tumbuh signifikan sebesar 142,9 persen yoy menjadi Rp37,2 triliun, dengan jumlah transaksi meningkat 162,5 persen menjadi 313,7 miliar kali,” kata Hery dalam konferensi pers kinerja BRI semester I 2025, Kamis, 31 Juli 2025.
Baca juga: BRI Bukukan Laba Bersih Rp26,53 Triliun di Semester I 2025
Sementara itu, BRImo sebagai super apps andalan BRI juga mencatatkan pertumbuhan positif, baik dari sisi jumlah pengguna maupun volume transaksi.
Jumlah pengguna BRImo meningkat 21,2 persen yoy menjadi 42,7 juta user, sementara volume transaksinya naik 25,5 persen yoy menjadi Rp3.231,7 triliun.
Kemudian, Qlola by BRI, platform digital bagi nasabah wholesale dan korporasi, turut mencatatkan peningkatan volume transaksi sebesar 33,9 persen yoy menjadi Rp5.970 triliun.
Di sisi lain, volume transaksi bisnis merchant BRI meningkat 27,2 persen yoy menjadi Rp105,5 triliun.
Baca juga: BI Rate Turun, BRI Bakal Sesuaikan Suku Bunga dan Akselerasi Kredit
Sebagai informasi, BRI mencatatkan laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp26,53 triliun hingga enam bulan pertama tahun 2025.
Angka ini merosot 11,25 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari periode sama tahun lalu yang sebesar Rp29,89 triliun.
Namun, di kala penurunan laba di semester I 2025, kinerja intermediasi BRI tetap tumbuh solid. Berdasarkan laporan keuangan BRI yang dipublikasikan di media massa, 31 Juli 2025, kredit bank yang dekat dengan ‘wong cilik’ ini tumbuh 5,97 persen yoy atau menjadi Rp1.416,62 triliun di Juni 2025 ketimbang tahun lalu di periode yang sama sebesar Rp1.336,77 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Menkeu Purbaya menilai investigasi perdagangan AS terhadap Indonesia merupakan hal biasa dalam dinamika… Read More
Poin Penting Pengamat menilai ketahanan energi Indonesia cukup kuat menghadapi gejolak geopolitik di Timur Tengah.… Read More
Poin Penting Minat masyarakat terhadap investasi emas meningkat dan turut mendorong pertumbuhan bisnis Unit Usaha… Read More
Poin Penting Purbaya menyatakan pemerintah masih mengkaji kemungkinan pelebaran defisit APBN di atas 3 persen… Read More
Poin Penting Utang baru Rp185,3 triliun telah ditarik pemerintah hingga Februari 2026, setara 22,3 persen… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menilai pelemahan rupiah minim dampak ke neraca bank, PDN hanya… Read More