Perbankan

Volume Transaksi BRILink Capai Rp1.592 Triliun per November 2025

Poin Penting

  • Transaksi BRILink mencapai 1 miliar transaksi dengan volume Rp1.592 triliun hingga November 2025.
  • Jaringan BRILink Agen berjumlah 1,2 juta agen dan menjangkau lebih dari 80 persen desa di Indonesia.
  • Kinerja BRI solid, laba kuartal III 2025 sebesar Rp41,2 triliun dengan permodalan dan likuiditas yang kuat.

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat kinerja positif layanan BRILink Agen hingga akhir November 2025. Sepanjang periode tersebut, BRILink telah memfasilitasi sekitar 1 miliar transaksi finansial dengan total volume mencapai Rp1.592 triliun.

Saat ini, BRI memiliki sekitar 1,2 juta BRILink Agen yang tersebar di seluruh Indonesia dan menjangkau 66.587 desa, atau lebih dari 80 persen total desa di Tanah Air.

Capaian tersebut menegaskan peran strategis BRILink dalam memperluas akses layanan keuangan formal hingga ke pelosok negeri.

Baca juga: BRI Perluas Layanan ke Pelosok dengan 7.405 Kantor dan 1,2 Juta AgenBRILink

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengungkapkan bahwa pengembangan BRILink Agen merupakan wujud nyata penerapan konsep sharing economy di sektor keuangan, di mana masyarakat dilibatkan sebagai mitra dalam penyediaan layanan perbankan. 

“Agen tidak hanya memperluas jangkauan, tetapi juga memperkuat konektivitas ekonomi di tingkat lokal. Ke depan, kami akan terus memperkuat peran BRILink Agen sebagai simpul layanan finansial berbasis komunitas yang mampu mempercepat perputaran ekonomi rakyat,” ujar Dhanny dalam keterangannya, dikutip, Selasa, 6 Januari 2026.

Sebagai informasi, hingga kuartal III 2025, BRI membukukan laba Rp41,2 triliun yang didukung strategi penghimpunan dana murah (CASA) guna menjaga efisiensi biaya dana dan memperkuat fundamental bisnis perseroan.

Baca juga: Volume Transaksi BRILink Tembus Rp1.293,5 Triliun per September 2025

Di sisi lain, total aset BRI tumbuh 8,2 persen secata tahunan (year-on-year) menjadi Rp2.123,4 triliun.

Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 8,2 persen menjadi Rp1.474,8 triliun, sementara penyaluran kredit tumbuh 6,3 persen menjadi Rp1.438,1 triliun.

Dari aspek permodalan, BRI berhasil menjaga rasio kecukupan modal (CAR) di level 25,4 persen, dengan kondisi likuiditas yang sehat tecermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 86,5 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

333 Saham Hijau, IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.361

Poin Penting IHSG dibuka naik 0,61 persen ke level 8.361,11 (dari 8.310,22). Sebanyak 333 saham… Read More

18 mins ago

Aliansi BEM UI Menentang Pernyataan Purbaya saat Wisuda UI, Ini Pernyataan Sikapnya

Poin Penting BEM se-UI merespons orasi Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa di wisuda Universitas Indonesia soal… Read More

1 hour ago

IHSG Diprediksi Lanjut Menguat, Analis Rekomendasikan Saham BUVA, COIN hingga PANI

Poin Penting IHSG berpeluang menguat ke 8.377–8.440 jika bertahan di atas 8.172, dengan risiko koreksi… Read More

2 hours ago

Transaksi Bank Emas 33,7 Ton, Laba Pegadaian Naik 42,6 Persen di 2025

Poin Penting Laba Pegadaian 2025 melonjak 42,6% menjadi Rp8,34 triliun, ditopang pertumbuhan aset 47,8% dan… Read More

13 hours ago

IMF Usul RI Naikkan Pajak Karyawan, Begini Kata Menkeu Purbaya

Poin Penting IMF mensimulasikan kenaikan bertahap PPh 21 karyawan untuk mendukung peningkatan investasi publik dan… Read More

14 hours ago

Bursa Calon ADK OJK, Purbaya: Belum Ada Figur yang Kompeten

Poin Penting Sudah ada sejumlah pendaftar calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), namun… Read More

14 hours ago