Poin Penting
Jakarta – Platform investasi aset kripto PT Pintu Kemana Saja (PINTU) mencatat kenaikan volume perdagangan tokenisasi aset. Volume trading per pengguna meningkat 45 persen secara bulanan atau month to month (mtm) pada Februari 2026.
Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad, mengatakan di tengah fluktuasi pasar kripto yang dinamis, PINTU terus memperluas pilihan aset kripto untuk memenuhi minat pengguna yang semakin berkembang.
Iskandar mengungkapkan berdasarkan data internal PINTU, kategori tokenisasi aset di aplikasi PINTU menunjukkan kenaikan signifikan pada Februari 2026. Selain lonjakan volume perdagangan per pengguna sebesar 45 persen dibandingkan bulan sebelumnya, jumlah pengguna akumulatif juga meningkat 9,18 persen.
“Data ini menunjukkan semakin besarnya minat pengguna untuk mengakses aset global melalui tokenisasi,” ujar Iskandar, Senin, 16 Maret 2026.
Baca juga: Muhammadiyah Keluarkan Fatwa soal Kripto, Begini Tanggapan Aplikasi PINTU
Adapun tiga aset yang paling banyak diperdagangan pengguna PINTU adalah NVDAx (NVIDIA), AAPLx (Apple), dan GOOGLx (Google). Tingginya minat terhadap aset-aset itu juga mencerminkan kepercayaan pengguna terhadap saham-saham teknologi unggulan.
“Selain itu, melalui tokenisasi ini pengguna dapat melakukan diversifikasi portofolio, tidak hanya pada aset kripto tetapi juga pada aset yang ditokenisasi seperti saham, ETF, hingga komoditas yang dapat diakses dalam satu aplikasi dengan pilihan aset yang telah dikurasi untuk memastikan kualitas aset dan keamanan pengguna,” lanjut Iskandar.
Baca juga: PINTU Edukasi Pengusaha Kost Soal Pengelolaan Aset Digital
PINTU terus menambah pilihan aset tertokenisasi sehingga memungkinkan pengguna di Indonesia memperdagangkan lebih dari 30 tokenisasi aset, seperti saham, Exchange-Traded Fund (ETF), hingga komoditas seperti emas, perak dalam bentuk aset kripto.
Dengan pilihan tokenisasi aset yang semakin bervariasi, PINTU ingin memastikan pengguna mempunyai fleksibilitas untuk tetap berinvestasi di berbagai sektor pasar modal dunia.
Tidak hanya di Indonesia, tren pertumbuhan tokenisasi aset juga terjadi secara global. Mengacu data Tokenizer Estate News per 9 Maret 2026, pasar token Real World Asset (RWA) secara global terus mencatat pertumbuhan positif dengan total nilai pasar mencapai US$26,54 miliar atau Rp450,49 triliun. Angka itu tumbuh 2,20 persen dibandingkan minggu sebelumnya.
Baca juga: Aplikasi PINTU Listing 10 Tokenisasi Aset Global, Apa Saja?
Dari sisi jumlah pemegang aset juga mengalami kenaikan, kini telah mencapai 663.000 wallet. Kondisi ini merefleksikan semakin luasnya adopsi tokenisasi di berbagai negara. Para investor muai melihat tokenisasi aset sebagai alternatif instrumen investasi untuk mengakses berbagai kelas aset melalui teknologi blockchain.
“Kami memahami investor kripto di Indonesia tidak hanya selektif dalam mencari aset investasi, tetapi juga melakukan diversifikasi portofolio yang lebih terukur. Melalui listing tokenisasi aset ini, PINTU ingin memberikan akses yang lebih mudah bagi pengguna untuk menjangkau berbagai aset global dalam satu aplikasi yang aman, praktis, dan teregulasi oleh OJK,” pungkas Iskandar. (*) Ari Astriawan
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More