Ilustrasi - Grafik Perdagangan Emas Fisik Digital. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Minat masyarakat berinvestasi emas fisik secara digital melalui bursa berjangka terus meningkat. Hal ini tecermin dari lonjakan volume perdagangan pasar fisik emas digital di Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI).
Sepanjang 2025, ICDX membukukan volume perdagangan pasar fisik emas secara digital sebesar 58.654.322 gram, atau melonjak 25,20 persen secara tahunan (yoy). Nilai transaksinya tembus Rp115,6 triliun, atau meroket 101,04 persen ketimbang tahun sebelumnya sebesar Rp57,50 triliun.
Baca juga: Marak Ancaman Siber, ICDX dan ICH Pastikan Penguatan Keamanan Informasi
Pengamat Ekonomi dan Investasi sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi & Komunikasi Bisnis Universitas Islam Nusantara Bandung, Yoyok Prasetyo, menilai tren positif ini menjadi alternatif untuk memperkaya portofolio investasi masyarakat.
Namun demikian, ia menekankan pentingnya peran pemangku kepentingan dalam melakukan sosialisasi dan edukasi, terutama terkait keamanan transaksi.
“Hal ini menjadi penting, karena masyarakat melihat aspek keamanan transaksi sebagai hal yang penting dalam mereka melakukan investasi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu, 21 Januari 2026.
Sementara itu, Direktur ICDX, Nursalam, mengungkapkan sejumlah faktor yang mendorong meningkatnya minat masyarakat membeli emas fisik secara digital melalui bursa berjangka.
Pertama, faktor kepraktisan, di mana masyarakat tidak perlu datang langsung ke gerai penjualan emas dan cukup bertransaksi melalui aplikasi di ponsel pintar.
Kedua, dampak positif digitalisasi yang menjangkau seluruh sektor, termasuk investasi emas.
Ketiga, meningkatnya minat generasi muda atau Gen Z yang telah memiliki penghasilan untuk berinvestasi emas secara digital sesuai kemampuan masing-masing.
“Melihat tren positif ini, harapan kami pada 2026 ini volume transaksi bisa tumbuh sekitar 30 persen,” tegas Nursalam.
Baca juga: Harga Emas Galeri24, UBS, dan Antam Hari Ini Makin Meroket, Cek Rinciannya
Nursalam menambahkan, ICDX sebagai penyelenggara bursa berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan kepada seluruh pemangku kepentingan. ICDX optimistis perdagangan emas fisik secara digital dapat menjadi solusi investasi emas yang praktis bagi masyarakat.
“Mekanisme ini juga kami pastikan aman, di mana dalam perdagangan ini diawasi oleh pemerintah dalam hal ini Bappebti, Lembaga Kliring yang berperan menjadi Lembaga penjaminan dan penyelesaian transaksi serta lembaga depository yang berperan menyimpan emas fisik yang diperdagangkan secara digital,” pungkasnya. (*) Ari Astriawan
Poin Penting Gubernur Banten Andra Soni resmi membuka RUPSLB Bank Banten dan menekankan pentingnya pengelolaan… Read More
Poin Penting AUM Eastspring Indonesia tumbuh 23 persen dari Rp59,4 triliun pada 2024 menjadi Rp72,9… Read More
Poin Penting Kadin menegaskan komitmen mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan keterlibatan aktif dunia usaha dalam proses… Read More
Poin Penting BI menahan BI Rate di level 4,75 persen pada Januari 2026, dengan suku… Read More
Poin Penting Bank Nobu rombak pengurus awal 2026 melalui RUSPLB yang digelar pada 20 Januari… Read More
Poin Penting Harga tiket pesawat domestik kerap lebih mahal dari internasional, dinilai tidak ideal dan… Read More