Lebih lanjut Mirza mengungkapkan, bahwa bank sentral akan menjaga pergerakan kurs rupiah agar tidak terlalu lemah dan juga tidak terlalu kuat, melainkan stabil di posisi fundamentalnya. Stabilitas kurs nilai tukar RI ini penting untuk mendorong kegiatan transaksi ekspor dan impor yang lebih kompetitif.
“Karena dengan stabilitas kurs, importir yang memerlukan valas untuk impor mereka bisa lebih memprediksi. Sedangkan eksportir yang menerima valas mereka bisa tahu dan percaya diri untuk menjual valasnya,” paparnya.
(Baca juga : BI: Penguatan Rupiah Dorong Peningkatan Impor)
Sebagai informasi Pemilu Presiden AS akan berlangsung pada 8 November 2016, dengan dua kandidat yakni dari Partai Demokrat Hillary Clinton, serta kandidat Partai Republik, Donald Trump. Debat antara dua kandidat calon Presiden AS tersebut selalu mempengaruhi kepercayaan investor. (*)
Page: 1 2
Poin Penting KCIC mengecam penumpang yang menahan pintu Whoosh di Padalarang karena melanggar aturan dan… Read More
Poin Penting IHSG menguat signifikan 2,07 persen ke level 7.458,49, didorong dominasi saham naik (485… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan mencatat rasio kredit bermasalah pindar (TWP90) naik menjadi 4,38% pada… Read More
Poin Penting BBRI membagikan dividen Rp52,10 triliun dari laba bersih 2025 sebesar Rp56,65 triliun, dengan… Read More
Poin Penting Kejagung mengungkap modus pengondisian tender yang menyebabkan harga minyak dan produk kilang dalam… Read More
Poin Penting PT Pegadaian membuka kantor cabang di Timor Leste sebagai langkah strategis memperluas layanan… Read More