Lebih lanjut Mirza mengungkapkan, bahwa bank sentral akan menjaga pergerakan kurs rupiah agar tidak terlalu lemah dan juga tidak terlalu kuat, melainkan stabil di posisi fundamentalnya. Stabilitas kurs nilai tukar RI ini penting untuk mendorong kegiatan transaksi ekspor dan impor yang lebih kompetitif.
“Karena dengan stabilitas kurs, importir yang memerlukan valas untuk impor mereka bisa lebih memprediksi. Sedangkan eksportir yang menerima valas mereka bisa tahu dan percaya diri untuk menjual valasnya,” paparnya.
(Baca juga : BI: Penguatan Rupiah Dorong Peningkatan Impor)
Sebagai informasi Pemilu Presiden AS akan berlangsung pada 8 November 2016, dengan dua kandidat yakni dari Partai Demokrat Hillary Clinton, serta kandidat Partai Republik, Donald Trump. Debat antara dua kandidat calon Presiden AS tersebut selalu mempengaruhi kepercayaan investor. (*)
Page: 1 2
Poin Penting ACA membukukan premi Rp6 triliun sepanjang 2025, tumbuh 17 persen yoy, jauh di… Read More
Poin Penting Amartha Prosper resmi meluncur, tawarkan imbal hasil 6,5–14 persen per tahun dengan konsep… Read More
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More