Visa Dukung Keamanan eCommerce

Jakarta— Berbelanja secara online sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern orang Indonesia. Cara ini dianggap lebih nyaman serta menawarkan pilihan harga yang kompetitif. Selain itu, dengan belanja secara online, memungkinkan untuk pengiriman barang langsung ke rumah.

Visa, perusahaan teknologi pembayaran global mengumumkan hasil riset yang menunjukkan bahwa 70% persen responden Indonesia melakukan transaksi eCommerce paling tidak satu kali sebulan.  Temuan tersebut merupakan hasil dari Studi Visa mengenai Cara Pembayaran Konsumen (Visa Consumer Payment Attitudes study). Studi tersebut juga mengungkapkan bahwa kartu pembayaran adalah salah satu metode yang popular untuk belanja online.

Laporan tersebut menujukkan bahwa lima kategori belanja teratas bagi orang Indonesia adalah layanan perjalanan (64%), event dan pertunjukan (58%), piranti lunak / aplikasi (57%), layanan keuangan (54%) serta konten digital seperti permainan, musik  dan video (52%).

Namun lebih dari setengah jumlah responden pernah menghentikan proses belanja online mereka, karena loading  yang lambat  (26%), kuatir dengan keamanan transaksi (23%), proses yang berbelit (20%), navigasi situs yang sulit (18%), atau tidak mobile friendly (7%).

Ellyana Fuad, Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia, mengatakan Visa memahami bahwa keamanan adalah faktor yang sangat penting dalam berbelanja online. “Oleh karena itu Visa menerapkan sistem keamanan berlapis untuk melindungi setiap transaksi online, termasuk menerapkan Card Verification Value (CVV2 atau kode keamanan 3 digit) dan Verified by Visa (VbV), untuk melindungi para pemegang kartu dalam berbelanja online” ujar dia.

Card Verification Value (CVV2 atau kode keamanan 3 digit) memastikan bahwa hanya pemegang kartu yang dapat memakai kartunya untuk berbelanja online. Verified by Visa (VbV) merupakan tambahan lapisan keamanan yang menggunakan password sekali pakai (one-time password), berfungsi untuk membantu mengamankan serta mendeteksi masalah yang dapat timbul dari penyalah gunaan kartu dan informasi pribadi antara lain dengan menerapkan Real Time Fraud Monitoring – sistim deteksi pola transaksi.

“Dengan adanya berbagai fitur keamanan yang Visa berikan, para pemegang kartu Visa dapat lebih yakin, aman dan nyaman dalam berbelanja online” tutup Ellyana. (*) Ria Martati

Apriyani

Recent Posts

Gerak Saham Bank Jumbo usai Investor Asing Lakukan Net Sell

Poin Penting Investor asing melakukan net sell besar pada saham bank jumbo, dipimpin BBCA Rp400,11… Read More

1 min ago

BI: Kredit Perbankan Tumbuh 9,37 Persen di Februari 2026

Poin Penting Bank Indonesia mencatat kredit perbankan tumbuh 9,37 persen (yoy) pada Februari 2026, sedikit… Read More

19 mins ago

‘One Way’ Mudik 2026 Berlaku 18 Maret, Korlantas Terapkan Skema Nasional

Poin Penting One way mudik 2026 secara nasional direncanakan berlaku pada 18 Maret 2026 pukul… Read More

32 mins ago

BI Revisi Ke Bawah Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia jadi 3,1 Persen di 2026

Poin Penting Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3,1 persen dari sebelumnya… Read More

37 mins ago

Imbas Perang Timur Tengah, BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di Maret 2026

Poin Penting Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75 persen pada Maret 2026, dengan suku… Read More

49 mins ago

Bank Asing, Delisting, dan Rencana “Jahat” jadi Perusahaan Tertutup

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi InfoBank Media Group ASING, Aseng dan Asep. Bank milik… Read More

59 mins ago