Jakarta – Pandemi Covid-19 telah merubah kebiasaan konsumen untuk menjadi lebih digital. Menurut survei Visa, kondisi ‘new normal’ selama pandemi telah mendorong banyak konsumen Indonesia untuk mempertimbangkan platform e-Commerce sebagai sarana ideal untuk memenuhi kebutuhan mereka.
“Kondisi pandemi saat ini memperkuat terjadinya lonjakan first-time online shoppers dan belanja contactless. Studi kami menunjukkan banyak konsumen telah merasakan manfaat e-Commerce dalam mengelola transaksi sehari-hari mereka, termasuk membayar listrik, air, telepon rumah, telepon seluler, internet, dan tagihan berlangganan lainnya,” jelas Riko Abdurrahman, Presiden Direktur Visa Indonesia pada keterangannya 3 Mei 2021.
Menurut studi tersebut, tiga produk dan layanan terpopuler yang dibeli di platform eCommerce selama tiga bulan terakhir sampai periode survei adalah top-up dan pembayaran tagihan (49%), belanja ritel (45%), dan pemesanan makanan (34%). Pengiriman gratis (69%) dan voucher diskon (64%) adalah dua dari sekian banyak fitur penawaran eCommerce yang paling dicari konsumen saat melakukan pembelian.
Studi tersebut juga mengungkapkan tiga metode pembayaran e-Commerce terpopuler selama tiga bulan terakhir sampai periode survei. Metode-metode tersebut adalah, dompet digital (65%), transfer bank (30%), dan transfer ke akun virtual (27%). Sementara itu, pembayaran dengan kartu kredit dan debit terus diminati di platform eCommerce didorong penawaran diskonnya yang menarik.
Selama bulan Ramadhan, Visa Indonesia terus aktif mengkampanyekan penggunaan uang non-tunai demi mendorong transaksi secara digital. Selain itu, perusahaan asal Amerika Serikat ini juga bermitra dengan platform e-Commerce untuk mendukung pertumbuhan usaha kecil dan mikro, dengan menawarkan promosi diskon yang menarik baik bagi penjual maupun konsumen.
“Kami yakin inisiatif seperti ini dapat membantu konsumen untuk membeli kebutuhan sehari-hari mereka secara lokal, dan bagi UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia untuk terus bertahan dan bertumbuh di masa-masa yang penuh tantangan ini,” ucap Riko. (*) Evan Yulian Philaret
Poin Penting PT Bank Amar Indonesia Tbk menyatakan siap memenuhi ketentuan permodalan baru jika OJK… Read More
Poin Penting AXA Mandiri menjaga stabilitas permodalan melalui pengawasan ketat terhadap rasio solvabilitas (Risk Based… Read More
Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More
Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More