Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut, penyebaran virus corona di berbagai negara telah berdampak pada pasar keuangan Indonesia. Menurutnya, kekhawatiran pasar membuat investor di berbagai negara menarik modalnya dari Indonesia.
“Bank Sentral selalu menjaga pasar, di waktu yang baik maupun buruk. Termasuk sekarang, saat terjadi arus modal ke luar dari dampak virus corona yang mengganggu stabilitas pasar,” kata Perry dalam Mandiri Investment Forum 2020, di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu 5 Febuari 2020.
Meski begitu bank sentral mengaku akan terus menjaga fundamental dan stabilitas ekonomi dalam negeri salah satunya dengan membeli surat utang pemerintah sebesar Rp25 triliun. Menurutnya, langkah ini dapat mengantisipasi dampak virus corona secara jangka pendek ke perekonomian Indonesia.
“BI juga menstabilisasi surat utang pemerintah. Anda tahu berapa banyak bonds yang telah kita beli dari pemerintah dengan arus modal ke luar tahun ini? Angkanya mendekati Rp25 triliun,” ungkap Perry.
Saat ini corona virus baru telah menyebar ke hampir 10.000 orang di seluruh dunia. Tercatat jumlah kematian di Tiongkok naik menjadi 213 orang dan meningkatkan kekhawatiran global.
Berpusat di Tiongkok, kasus infeksi virus corona memang dilaporkan telah terjadi di negara-negara lain. Hingga hari Jumat (31/1), setidaknya sebanyak 25 negara telah mengonfirmasi terjadinya infeksi virus corona di wilayah mereka. China, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, AS, Vietnam, Prancis, Jerman, Inggris, Nepal, dan Kanada termasuk ke dalam daftar negara yang sudah melaporkan infeksi virus Corona. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More