Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman saat press conference RDK-OJK. (Foto: Tangkapan layar YouTube OJK)
Jakarta – Kasus viralnya nasabah fintech peer-to-peer lending atau fintech lending PT Pembiayaan Digital Indonesia alias fintech AdaKami masih terus diselidiki. Kabarnya, fintech AdaKami diduga melakukan penagihan yang tidak sesuai aturan dan memberlakukan bunga pinjaman, serta biaya layanan tinggi.
Dalam hal ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melakukan pemanggilan terhadap fintech Adakami. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman mengaku telah melakukan lima tindakan dan langkah sebagai berikut.
Baca juga: Ternyata Ini yang Bikin Biaya Layanan Pinjol AdaKami Tinggi
Pertama, OJK memerintahkan Adakami untuk melakukan investigasi mendalam dan mengindentifikasi informasi terkait korban bunuh diri dan menyediakan hotline untuk menerima pengaduan dari masyarakat terkait dengan identitas korban.
Kedua, OJK telah memerintahkan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia atau AFPI untuk menelaah kesesuaian pengenaan bunga dan biaya administrasi yang dikenakan Adakami dengan code of conduct dari AFPI.
“Ketiga, OJK meminta Adakami untuk melaporkan seluruh hasil investigasi, dan tindak lanjut yang dilakukan Adakami dalam rangka penyelesaian kasus ini. Empat, OJK akan menindak tegas bila dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh Adakami,” ujar Agusman, di Jakarta, Senin, 9 Oktober 2023.
Kemudian, kelima, OJK telah memberikan sanksi berupa surat peringatan terhadap Adakami atas pelanggaran berkenaan dengan penagihan yang tidak beretika.
Baca juga: Temukan 36 Aduan Nasabah, AdaKami Akui Ada Pelanggaran SOP
Sementara itu, Direktur Utama AdaKami, Bernardino Moningka Vega Jr. sebelumnya mengatakan, bahwa kasus yang menimpa fintech miliknya tersebut, saat ini sudah berlanjut ke ranah hukum dan pihak AdaKami telah memberikan keterangan kepada Bareskrim Polri.
“Masih menunggu informasi, nama korban, KTP untuk bisa diinvestigasi, namun (AdaKami) sudah dipanggil Bareskrim untuk memberikan keterangan, semua data (investigasi) yang telah kita lakukan sudah kita serahkan ke polisi penyelidikan sudah dialihkan ke pihak hukum,” ucap Dino. (*) Ayu Utami
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More