Ekonomi dan Bisnis

Viral Kapal Api Bangkrut, Ini Fakta Sebenarnya

Jakarta – Jagat maya kembali dihebohkan dengan beredarnya video yang menampilkan rumah pemilik Kapal Api Group Soedomo Mergonoto alias Go Tek Hwie dijaga ketat oleh pihak kepolisian terkait.

Dalam video yang ramai di media sosial, puluhan buruh PT Agel Langgeng melakukan aksi protes menuntut adanya pesangon dan tunjangan hari raya (THR) terkait kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak oleh perusahaan.

PT Agel Langgeng merupakan salah satu produsen permen dan biskuit terbesar di Indonesia. Didirikan pada 1994, perusahaan telah memproduksi permen paling populer di Tanah Air,  seperti Relaxa, Gingerbon, dan ekspreso.

Merespons kabar tersebut, manajemen PT Agel Langgeng pun angkat suara. Berdasarkan rilis resmi manajemen, dikutip, Rabu (12/4/2023), PHK terjadi di pabrik PT Agel Langgeng, bukan Kapal Api seperti yang beredar di media sosial. Di mana, PT Agel Langgeng merupakan entitas usaha yang berbeda.

Dalam pernyataannya, pihak manajemen menghargai karyawan yang merupakan aset penting dalam perusahaan. Namun, dengan kinerja dan performa kurang baik maka manajeman harus menutup salah satu pabrik yang berada di Pasuruan, Jawa Timur.

“Pabrik PT Agel Langgeng yang di Pasuruan hanya memproduksi permen jahe untuk memenuhi kebutuhan ekspor,” demikian dikutip isi pernyataan tersebut.

Penutupan pabrik sendiri dilakukan guna menyelamatkan dan kelanjutan operasional PT Agel Langgeng secara keseluruhan.

Manajemen juga meminta semua pihak untuk menahan diri dan menghormati proses hukum yang ada serta tidak menyebarkan berita-berita tidak benar ke media sosial.

“Perusahaan tidak bangkrut seperti yang diisukan di media sosial. Bahwa produk Kapal Api Group masih tersedia di pasaran,” tambah isi pernyataan tersebut.

Perusahaan pun siap membayar secara tunai pesangon 150 pekerja sesuai ketentuan perundangan yang berlaku.(*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Maybank Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp1,66 Triliun pada 2025, Naik 48,5 Persen

Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp1,66 triliun pada 2025, naik… Read More

19 mins ago

Viral Penusukan Nasabah oleh Debt Collector, OJK Panggil MTF

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen PT Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk klarifikasi… Read More

1 hour ago

Akselerasi Alih Teknologi di KEK Batang, Ratusan Pekerja Lokal Dikirim Belajar ke China

Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More

2 hours ago

Komisi III DPR Dorong Class Action usai Kekerasan Debt Collector Berulang

Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More

3 hours ago

Laba BNI Tumbuh 3,45 Persen Jadi Rp1,68 Triliun di Januari 2026

Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More

4 hours ago

IHSG Perkasa di 8.322, CARS dan TKIM jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More

4 hours ago