Oleh Mudji Sutrisno, Budayawan
KATA-KATA dapat melenyap, terbang karena tak ditulis, tetapi buku atau tulisan itu “kekal”. Semboyan ini tak hanya berlaku bagi budaya yang memperjuangkan tulisan atau buku, seperti Penerbit Kompas, Media Indonesia, Kanisius, dan para pejuang tulisan yang masih terus berjuang untuk “terbuka” pada era digital, terutama di media sosial (medsos). Semboyan ini juga berlaku di era artificial intelligence (AI), dengan kecanggihannya.
Namun, bagaimanapun, tetaplah subjek manusia yang memegang kendali, secanggih apapun AI. Karangan atau tulisan seseorang dengan bantuan AI akan mudah dikenali.
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More