Oleh Mudji Sutrisno, Budayawan
KATA-KATA dapat melenyap, terbang karena tak ditulis, tetapi buku atau tulisan itu “kekal”. Semboyan ini tak hanya berlaku bagi budaya yang memperjuangkan tulisan atau buku, seperti Penerbit Kompas, Media Indonesia, Kanisius, dan para pejuang tulisan yang masih terus berjuang untuk “terbuka” pada era digital, terutama di media sosial (medsos). Semboyan ini juga berlaku di era artificial intelligence (AI), dengan kecanggihannya.
Namun, bagaimanapun, tetaplah subjek manusia yang memegang kendali, secanggih apapun AI. Karangan atau tulisan seseorang dengan bantuan AI akan mudah dikenali.
Poin Penting Pegadaian kelola emas fisik 141 ton dari deposito, modal kerja, bulion trading, dan… Read More
Poin Penting Penyaluran Penugasan Khusus Ekspor (PKE) LPEI mencapai Rp13,5 triliun sepanjang 2025, naik 85… Read More
Poin Penting Tabungan emas Pegadaian dijamin 1 banding 1 dengan emas fisik yang tersimpan di… Read More
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Irawati) Read More
Poin Penting APBN Februari 2026 defisit Rp135,7 triliun atau setara 0,53 persen dari PDB, dengan… Read More
Poin Penting Tugu Insurance meluncurkan asuransi mikro t mudik (konvensional dan syariah) untuk memberikan perlindungan… Read More