Oleh Mudji Sutrisno, Budayawan
KATA-KATA dapat melenyap, terbang karena tak ditulis, tetapi buku atau tulisan itu “kekal”. Semboyan ini tak hanya berlaku bagi budaya yang memperjuangkan tulisan atau buku, seperti Penerbit Kompas, Media Indonesia, Kanisius, dan para pejuang tulisan yang masih terus berjuang untuk “terbuka” pada era digital, terutama di media sosial (medsos). Semboyan ini juga berlaku di era artificial intelligence (AI), dengan kecanggihannya.
Namun, bagaimanapun, tetaplah subjek manusia yang memegang kendali, secanggih apapun AI. Karangan atau tulisan seseorang dengan bantuan AI akan mudah dikenali.
Poin Penting Bank Mega Syariah mencatat pertumbuhan funding korporasi lebih dari 60 persen yoy menjadi… Read More
Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior, Praktisi Perbankan, dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia PERANG… Read More
Poin Penting Menurut riset HID 73 persen perusahaan global kini memprioritaskan manajemen identitas seiring meningkatnya… Read More
Jakarta - Persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang terkait kasus kredit macet PT… Read More
Poin Penting Hingga Februari 2026, Bank Kalbar mencetak laba Rp98,71 miliar, naik 14,81 persen (yoy),… Read More
Poin Penting BCA berpartisipasi dalam Earth Hour 2026 dengan memadamkan lampu dan perangkat non-esensial selama… Read More