Oleh Mudji Sutrisno, Budayawan
KATA-KATA dapat melenyap, terbang karena tak ditulis, tetapi buku atau tulisan itu “kekal”. Semboyan ini tak hanya berlaku bagi budaya yang memperjuangkan tulisan atau buku, seperti Penerbit Kompas, Media Indonesia, Kanisius, dan para pejuang tulisan yang masih terus berjuang untuk “terbuka” pada era digital, terutama di media sosial (medsos). Semboyan ini juga berlaku di era artificial intelligence (AI), dengan kecanggihannya.
Namun, bagaimanapun, tetaplah subjek manusia yang memegang kendali, secanggih apapun AI. Karangan atau tulisan seseorang dengan bantuan AI akan mudah dikenali.
Poin Penting J Trust Bank masuk industri kuliner lewat ajang Gourmet Choice 2026 sebagai bagian… Read More
Poin Penting Saham TUGU naik 15% sejak awal 2026 ke level Rp1.340, outperform dibandingkan IHSG… Read More
Perubahan ekspektasi pelanggan dalam industri Energy & Public Utilities kini semakin nyata, di mana masyarakat… Read More
Poin Penting IAI luncurkan ISRF untuk memperkuat pelaporan keberlanjutan yang terintegrasi dan kredibel Dorong standar… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya menyebut peluang pembayaran utang KCIC Whoosh menggunakan APBN masih 50:50 dan… Read More
Poin Penting KEK Industropolis Batang tampil di China Conference Southeast Asia 2026 dan menjadi sorotan… Read More