News Update

Vera Eve Lim: Saya Meninggalkan Bank Danamon dengan Kinerja Bagus

Jakarta – Kabar Vera Eve Lim, Direktur Keuangan Bank Danamon mengundurkan diri sudah beredar sejak kemarin sore. Pihak Bank Danamon sudah memastikan bahwa hari terakhir Vera bekerja di Bank Danamon adalah tanggal 31 Oktober 2017. Sementara, pengunduran diri Vera berlaku efektif 19 Desember 2017.

Pertanyaannya, mengapa Vera mengundurkan diri dari bank yang sudah menjadi “rumahnya” selama 27 tahun? Lalu, akan kemana Vera setelahnya? Apakah benar Vera akan berlabuh ke BCA? Siang ini, Rabu, 11 Oktober 2017, di Housemade, rooftop dari MD Tower, Setiabudi, Jakarta, Infobank berkesempatan menghabiskan waktu makan siang bersamanya. Di saat itu, Vera menjelaskan semuanya. Berikut petikannya:

Kenapa mengundurkan diri dari Bank Danamon?
Nggak kenapa-kenapa sih. Saya di Bank Danamon sudah belajar banyak. Bank Danamon itu, institusi kalau kamu mau belajar, masuk ke Bank Danamon deh. Banyak sekali perubahan yang cepat, misalnya teknologi baru, kita itu tidak segan-segan terapkan. Begitu juga kalau ada aturan baru. Jadi kalau buat orang dalam, belajar melulu. Ini bagus, investasi buat diri kita sendiri.

Jadi sudah merasa cukup ya, belajar bersama Bank Danamon?
Nggak. Belajar itu nggak pernah ada berhentinya. Tapi saya pikir, walaupun nanti tidak lagi di Bank Danamon, saya akan tetap menjadikan Bank Danamon sebagai tempat saya belajar juga. Begini, buat kita yang masih di industri, setiap bank itu punya ilmu tersendiri. Kita nggak bisa lihat, oh hanya Bank Danamon, cukup. Nggak bisa dong. Setiap tiga bulan kita juga review bagaimana bank lain. Setiap bank ‘kan punya tantangan dan strategi masing-masing. Jadi setiap bank itu kasih ilmu tersendiri juga.

Anda sudah 27 tahun berkarir di Bank Danamon, tidak sayang meninggalkannya?
Suatu hari kita juga bisa ketemu lagi. Dunia itu sebenarnya kecil ya, saya tidak melihat bahwa saya meninggalkan sesuatu, tidak sih. Pada akhirnya, saya masih di banking industry, masih sama-sama ketemu. Dan juga ada istilah, kacang tidak boleh lupa kulitnya, kamu besar di satu tempat, yang sudah banyak memberi hal positif, bagaimana kita bisa melupakannya. Buat saya begitu. Mungkin suatu hari nanti, saya kembali lagi atau bagaimana, that’s a life. Tapi begini, saya senang, karena saya meninggalkan Bank Danamon dengan kinerja yang bagus. Itu adalah kepuasan tersendiri.

Lalu, kenapa sekarang Anda mencoba tantangan baru, meninggalkan Bank Danamon? Kenapa tidak 5 atau 10 tahun yang lalu?
Nggak ada kenapa-kenapa ya. Saya menikmati pekerjaan saya di Bank Danamon. Saya enjoy. Bank Danamon kasih saya lingkungan yang positif. Kalau nggak, nggak mungkin saya begitu lama di sini.

Pasti “tawaran” itu tidak datang baru kali ini ‘kan?
Iya, tawaran selalu ada. Filosofi saya, kalau saya kerja saya lebih lihat bagaimana saya bisa memberi kontribusi di institusi. Kalau kerja hanya masalah uang, nggak akan ada habisnya. Kalau seperti itu, saya akan kehilangan big picture, karena seorang leader kalau hanya memikirkan dirinya sendiri, itu tidak cukup. Pertama yang dipegang institusinya dulu. Saya juga mesti pikirkan regulator, Anda (media), dan sebagainya. Harusnya, kepentingan saya itu mungkin yang paling terakhir.

Benar akan pindah ke BCA?
Pindah kemananya nanti. Tapi saya pikir, yang penting adalah bagaimana, kalau saya masih di industri perbankan, saya masih bisa berperan ya. Itu jauh lebih penting. (Ari Nugroho)

 

Apriyani

Recent Posts

Dukung Pertumbuhan Ekonomi, Bank-bank Nasional Perkuat Kredit Korporasi

Poin Penting Pembiayaan korporasi tetap krusial sebagai instrumen pendanaan dunia usaha di tengah dinamika ekonomi Perbankan… Read More

9 mins ago

OJK Terima 303 Permintaan Sandbox, 1 Peserta Tak Lolos Uji Coba

Poin Penting OJK menerima 303 permintaan sandbox, dengan sembilan peserta terdaftar, termasuk empat berbasis aset… Read More

17 mins ago

OJK: Piutang Pembiayaan Multifinance Tembus Rp506,82 Triliun

Poin Penting Piutang multifinance mencapai Rp506,82 triliun per November 2025, tumbuh 1,09% YoY, didorong pembiayaan… Read More

44 mins ago

OJK Blokir 31.382 Rekening Terindikasi Judi Online

Poin Penting OJK memblokir 31.382 rekening judi online, meningkat dari sebelumnya 30.392 rekening, sebagai bagian… Read More

1 hour ago

OJK Sebut Kinerja Pasar Modal 2025 Ditutup Solid, Ini Buktinya

Poin Penting OJK menilai pasar modal 2025 solid, dengan IHSG naik 22,13% ytd, mencetak 24… Read More

1 hour ago

Utang Pindar Warga RI Tembus Rp94,85 Triliun per November 2025, Naik 25,45 Persen

Poin Penting Total pembiayaan pinjaman daring mencapai Rp94,85 triliun per November 2025, tumbuh 25,45 persen… Read More

1 hour ago