Ilustrasi; Layanan di CIMB Niaga Syariah. Foto: Istimewa.
Jakarta– Unit Usaha Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk (UUS CIMB Niaga Syariah) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2017. Keberhasilan tersebut tercermin dan sejumlah indikator seperti laba sebelum pajak (profit before tax/PET) aset, dan dana pihak ketiga (DPK).
Performa yang baik pada berbagai aspek bisnis membuat CIMB Niaga Syariah berhasil meningkatkan laba sebelum pajak sebesar Rp489,7 miliar per 31 Desember 2017 atau naik 60,3 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp305,4 miliar.
“Kami bersyukur atas pencapaian CIMB Niaga Syariah di tengah kondisi ekonomi yang menantang pada 2017. Terima kasih atas kepercayaan nasabah dan sinergi seluruh karyawan, baik di CIMB Niaga Syariah maupun CIMB Niaga,” kata Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P Djajanegara dalam Diskusi Bersama CIMB Niaga Syariah di Graha CIMB niaga Jakarta, Senin 26 Maret 2018.
Baca juga: Pembiayaan UUS CIMB Niaga Melejit 63,5%
Hingga 31 Desember 2017, CIMB Niaga Syariah mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 85,0 persen menjadi Rp23,6 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp12,8 triliun.
Kenaikan ini juga turut meningkatkan pangsa aset CIMB Niaga Syariah terhadap total aset CIMB Niaga, yaitu mencapai 9,3 persen per 31 Desember 2017 dibandingkan posisi yang sama tahun 2016 sebesar 5,5 persen.
Meningkatnya aset CIMB Niaga Syariah tak lepas dari kenaikan signifikan pada penghimpunan DPK dan penyaluran pembiayaan. Total DPK yang berhasil dihimpun hingga akhir 2017 mencapai Rp19,9 triliun atau tumbuh 87,3 persen dibandingkan DPK tahun sebelumnya sebesar Rp10,6 triliun.
Pandji berharap kinerja positif tersebut dapat berlanjut hingga tahun 2018 ini dengan mengoptimalkan produk unggulan syariah milik CIMB niaga. (*)
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More