Jakarta — Dalam meningkatkan penetrasi pemasaran terhadap produk tabungan haji & umrah, Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank DKI coba merangkul perusahaan travel agent yang menyediakan jasa perjalanan haji & umrah di DKI Jakarta, khususnya yang berpartisipasi dalam acara Cempaka Travel Mart yang diselenggarakan oleh Jakarta Tourisindo.
“Bank DKI melalui Unit Usaha Syariah siap mendukung sistem pembayaran dari perusahaan travel & agent,” ujar Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (19/12).
Sebagai bank yang ditunjuk sebagai BPS BPIH & BPIU Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji & Umrah, Herry memandang penting membangun kolaborasi dengan perusahaan travel agent khususnya yang menyediakan perjalanan haji & umrah. Sejumlah perusahaan travel agent yang telah bekerjasama dengan UUS Bank DKI adalah Dream Tour, Sahid Tour, Toyyiba Wisata, Tima Wisata, Jawara Tour, dan Ar Rayyan.
Lebih lanjut, Herry menyebutkan UUS Bank DKI telah memiliki produk yang dapat dimanfaatkan oleh Perusahaan Travel Agent seperti Cash Management System yang dapat dipergunakan oleh Perusahaan Travel Agent untuk melakukan berbagai macam transaksi keuangan secara non tunai dan real time. UUS Bank DKI juga memiliki produk Tabungan Haji dan Umroh (Taharoh ib) untuk para jamaah dari perusahaan travel agent ibadah haji dan Umrah yang tersedia dalam skim Mudharabah dan Wadiah.
Penabung Tabungan Taharoh iB per Desember 2019 tercatat mengalami peningkatan sebesar 22,95% dengan jumlah nasabah sebanyak 16.767 nasabah, dibandingkan 13.637 nasabah per Desember 2018. Portofolio Tabungan Taharoh iB per Desember 2019 tercatat sebesar Rp45,46 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 10,84% dibandingkan per Desember 2018 yang tercatat sebesar Rp41,01 miliar. (*)
Poin Penting Ketentuan UU BUMN yang menyebut kerugian BUMN bukan kerugian negara belum selaras dengan… Read More
Poin Penting BI memproyeksikan The Fed hanya memangkas FFR satu kali pada semester I 2026,… Read More
Poin Penting BPKP menjalankan dua fungsi utama pengawasan BUMN, yakni melalui Multi Level Governance dan… Read More
Poin Penting Kredit bermasalah tidak otomatis menjadi kerugian negara, karena harus dinilai melalui pemeriksaan komprehensif… Read More
Poin Penting IHSG sesi I ditutup menguat 0,55% ke level 9.060,05, dengan nilai transaksi mencapai… Read More
Poin Penting Kasus kredit macet Sritex memperkuat ketakutan bankir karena masih adanya persepsi penegak hukum… Read More