Categories: Keuangan

UUS Asuransi Reliance Dapat Lampu Hijau Dari OJK

Jakarta–PT Asuransi Reliance Indonesia telah mendapatkan izin pendirian unit syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor:KEP-512/NB.223/2015 pada 22 Desember 2015.

“Rencananya, unit usaha syariah Asuransi Reliance Indonesia akan beroperasi efektif pada awal tahun ini,” kata Direktur Asuransi Reliance Mardiana dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, 4 Januari 2016.

Mardiana mengatakan perusahaan menggarap bisni asuransi syariah karena melihat potensi industri keuangan nonbank syariah yang cukup besar dan belum banyak dilirik pelaku bisnis lainnya. Berdasarkan data OJK, hingga September 2015 tingkat penetrasi dan densitas industri asuransi syariah baru mencapai 0,08% dan Rp40.000, relatif masih sangat kecil dibandingkan dengan asuransi konvensional yang mencapai 2,51% dan Rp1,1 Juta.

Hal ini mendorong perusahaan untuk terjun ke bisnis asuransi umum syariah karena masih terbukanya peluang untuk mengembangkan pangsa pasar ini.

“Kami melihat adanya potensi pada segmen asuransi umum syariah ini sehingga dengan adanya skema penjaminan syariah ini kami ingin memperluas pangsa pasar kami agar dapat melayani nasabah yang menginginkan penjaminan dengan skema syariah,” kata Mardiana.

Asuransi Reliance Indonesia adalah perusahaan asuransi umum di bawah naungan Reliance Group. Perseroan mengandalkan pemasaran produk asuransi kendaraan bermotor, asuransi kesehatan, properti, marine cargo, dan asuransi kecelakaan diri. Adapun, perolehan premi bruto (gross written premium) Asuransi Reliance Indonesia
mencapai Rp404,01 miliar per November 2015.

Saat ini, perusahaan telah memiliki empat kantor cabang di Bandung, Surabaya, Medan, dan Batam, serta tujuh kantor perwakilan di Pekanbaru, Palembang, Solo, Bali, Makassar, Semarang, dan Serpong. (*) Ria Martati

Paulus Yoga

Recent Posts

Bank OCBC NISP Mau Buyback Saham Rp1 Miliar, Ini Tujuannya

Poin Penting Bank OCBC NISP rencanakan buyback saham Rp1 miliar untuk remunerasi variabel manajemen dan… Read More

6 mins ago

BGN Janji Tindaklanjuti Menu MBG Ramadan yang Melenceng dari Anggaran

Poin Penting BGN siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait polemik menu MBG Ramadan. Anggaran bahan baku MBG ditetapkan Rp8.000–Rp10.000 per… Read More

10 mins ago

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Januari 2026 Anjlok 14 Persen

Poin Penting Penerimaan kepabeanan dan cukai Januari 2026 tercatat Rp22,6 triliun (6,7 persen pagu APBN),… Read More

22 mins ago

KSPN Kritik Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India untuk Kopdes Merah Putih

Poin Penting Presiden KSPN Ristadi meminta Presiden Prabowo membatalkan rencana impor 105 ribu kendaraan untuk… Read More

32 mins ago

Insentif Ramadan-Lebaran Rp12,8 Triliun, DPR: Jangan Sekadar Stimulus Musiman

Poin Penting Pemerintah gelontorkan insentif Ramadan–Lebaran Rp12,8 triliun untuk jaga daya beli dan dorong konsumsi.… Read More

36 mins ago

Allo Bank Kantongi Laba Rp574 Miliar di 2025, Tumbuh 23 Persen

Poin Penting Allo Bank membukukan laba bersih Rp574 miliar pada 2025, naik 23 persen yoy,… Read More

51 mins ago