Keuangan

UUS Allianz Life Indonesia Bayarkan Klaim Rp789,4 Miliar di 2022

Jakarta – Unit Usaha Syariah (UUS) Allianz Life Indonesia (Allianz Syariah) telah membayarkan santunan asuransi (klaim) dan manfaat asuransi sebesar Rp789,4 miliar, di mana 69% dari jumlah tersebut merupakan santunan asuransi (klaim), sebagai perwujudan dari prinsip tolong-menolong dan berbagi kebaikan antar peserta di sepanjang tahun 2022.

Selain itu, Allianz Syariah juga mencatatkan pertumbuhan jumlah polis baru sebesar 21,3% dan peningkatan jumlah peserta sebesar 9,2% sampai akhir tahun 2022, di mana lebih dari 100 ribu peserta mempercayakan Allianz Syariah untuk perlindungan jiwa dan kesehatan.

Kemudian, pertumbuhan positif tersebut juga terlihat dari kontribusi bruto Allianz Syariah yang tercatat sebesar Rp1,3 triliun atau tumbuh 19% dari tahun sebelumnya, sehingga total aset menjadi Rp4,26 triliun atau naik 4,3%, serta peningkatan pda premi baru atau APE yaitu sebesar 41,5% di sepanjang tahun 2022.

Baca juga: Empat Hal Ini yang Bikin Allianz Syariah ‘Pede’ Spin Off di 2023

Managing Director Sharia Allianz Life Indonesia, Achmad K. Permana, mengatakan bahwa, Allianz memiliki kekuatan finansial yang kuat, baik dari tingkatan group, regional, sampai dengan Indonesia yang dapat terus memperkokoh landasan untuk mengembangkan bisnis syariah dengan berbagai inovasi dan optimalisasi digital untuk produk serta layanan.

“Kami senantiasa berupaya memenuhi kebutuhan perlindungan asuransi yang inklusif dan sesuai dengan kebutuhan nasabah, yang didukung oleh tim dan tenaga pemasar yang kompeten, untuk semakin memantapkan rencana pemisahan unit syariah (spin off),” ucap Achmad dalam keterangan resmi dikutip, 15 Mei 2023.

Berdasarkan pencapaian tersebut, kesehatan finansial Allianz Syariah yang diukur oleh rasio risk-based capital (RBC) Dana Tabarru tercatat sebesar 436%.

Adapun, dengan kualitas produk syariah yang unggul, kinerja Allianz Syariah juga didukung oleh kerja keras lebih dari 35.000 tenaga pemasar berlisensi syariah yang mengalami peningkatan 107,4% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

40 mins ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

9 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

10 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

11 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

12 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

12 hours ago