Ilustrasi: Layanan paylater/istimewa.
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat utang masyarakat Indonesia di buy now pay later (BNPL) atau paylater perbankan mencapai Rp27,8 triliun pada Februari 2026. Angka tersebut tumbuh 26,41 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan, porsi kredit paylater perbankan tercatat sebesar 0,32 persen dari total kredit perbankan nasional dan terus mencatat pertumbuhan yang tinggi secara tahunan.
“Per Februari 2026, baki debet kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK, tumbuh 26,41 persen yoy menjadi Rp27,8 triliun,” ujar Dian dalam Konferensi Pers RDK, dikutip, Selasa 7 April 2026.
Baca juga: OJK Wanti-wanti Efek Domino Konflik AS–Iran ke Kredit Perbankan
Dian menyebutkan bahwa jumlah rekening paylater perbankan juga mencatatkan kenaikan menjadi sebanyak 30,55 juta pengguna, dibandingkan bulan sebelumnya 31,2 juta pengguna pada Desember 2025.
“Dengan jumlah rekening paylater mencapai 30,55 juta,” imbuhnya.
Adapun, OJK mencatat pada Februari 2026 kredit perbankan tumbuh sebesar 9,37 persen secara tahunan (yoy) atau menjadi Rp8.559 triliun. Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 9,96 persen yoy.
Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi per Februari 2026 tumbuh paling tinggi yaitu sebesar 20,72 persen. Kemudian, berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 14,74 persen yoy.
Baca juga: OJK Catat Kredit Perbankan Tumbuh 9,37 Persen di Februari 2026
Sementara, bila ditinjau berdasarkan kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh tertinggi sebesar 12,78 persen.
Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Februari 2026 tercatat tumbuh sebesar 13,18 persen yoy menjadi Rp10.102 triliun, melambat tipis dibandingkan Januari 2026 yang tumbuh sebesar 13,48 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Sekitar 19 juta pekerja miskin belum terjangkau jaminan sosial ketenagakerjaan. DPR dorong percepatan… Read More
Poin Penting Penyaluran KUR Syariah PT Bank Syariah Indonesia Tbk mencapai Rp1,65 triliun hingga Februari… Read More
Poin Penting Volume transaksi PayLater Kredivo naik 27% YoY, nilai transaksi meningkat 26% selama Ramadan… Read More
Poin Penting: Pemerintah menjaga tarif pesawat agar tetap seimbang antara daya beli masyarakat dan keberlanjutan… Read More
Poin Penting OJK mencabut izin usaha 6 BPR sepanjang kuartal I 2026. Langkah ini dilakukan… Read More
Poin Penting: Kemendagri menjamin keberlanjutan PPPK dengan memastikan anggaran dan belanja pegawai tetap terkendali. Alokasi… Read More