Internasional

Utang Menumpuk, Spirit Airlines Ajukan Perlindungan Kebangkrutan

Jakarta – Maskapai penerbangan asal Amerika Seriktat (AS), Spirit Airlines, mengumumkan pengajuan perlindungan kebangkrutan setelah mencatat kerugian lebih dari USD2,5 miliar sejak awal 2020. Maskapai ini juga menghadapi kewajiban untuk melunasi utang lebih dari USD1 miliar dalam satu tahun mendatang.

Meskipun dalam proses keberangkatan, Spirit Airlines berkomitmen untuk tetap melayani pelanggan. Penumpang dapat terus memesan tiket dan terbang tanpa gangguan selama restrukturisasi berlangsung.

Baca juga : Gagal Lunasi Utang, Tupperware di Ambang Kebangkrutan

CEO Spirit Airlines, Ted Christie, menyatakan bahwa pihaknya telah mengadakan diskusi dengan para penasihat pemegang obligasi untuk merestrukturisasi pembayaran utang yang akan jatuh tempo.

Ia menyebut diskusi tersebut sebagai prioritas dan mengatakan maskapai berusaha mendapatkan kesepakatan terbaik secepat mungkin.

“Ada pembicaraan di pasar tentang Spirit, tetapi kami tidak teralihkan,” ujarnya, seperti dinukil VOA Indonesia, Selasa, 19 November 2024.

“Kami fokus pada penyusunan ulang pembayaran utang, meningkatkan likuiditas, menerapkan produk baru kami ke pasar, dan mengembangkan program loyalitas kami,” tambahnya.

Baca juga : The Body Shop di AS dan Kanada Bangkrut, Bagaimana Nasibnya di Indonesia?

Sementara itu, para penumpang masih terbang dengan Spirit Airlines. Hanya saja mereka harus membayar lebih.

Dalam enam bulan pertama tahun ini, penumpang Spirit terbang dua persen lebih banyak dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Namun, mereka harus membayar 10 persen lebih sedikit per mil, dan pendapatan per mil dari tarif turun hampir 20 persen, berkontribusi pada kerugian Spirit. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

1 hour ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

2 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

3 hours ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

3 hours ago

AAUI: Implementasi PSAK 117 Masih jadi PR Industri Asuransi Umum

Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More

3 hours ago

OJK Denda 233 Pelaku Pasar Modal di Kuartal I 2026, Capai Rp96 Miliar

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More

3 hours ago