Ilustrasi: Dolar makin menguat pasca kemenangan Donald Trump di Pilpres 2024. (Foto: istimewa)
Jakarta–Bank Indonesia (BI) mencatat, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir kuartal II-2017 tercatat USD335,3 miliar atau tumbuh sebesar 2,9 persen (yoy). Melambat dibanding pertumbuhan kuartal I-2017 yang sebesar 3,2 persen (yoy). Pertumbuhan ULN ini juga lebih lambat bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 yang sebesar 6,8 persen (yoy).
Seperti dikutip dari laman BI, di Jakarta, Selasa, 15 Agustus 2017 menyebutkan, berdasarkan kelompok peminjam, pertumbuhan ULN tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN sektor publik yang melambat dan berlanjutnya kontraksi pertumbuhan ULN sektor swasta.
Pada akhir kuartal II-2017, ULN sektor publik tercatat sebesar USD170,3 miliar (50,8 persen dari total ULN) atau tumbuh 7,3 persen (yoy), melambat dari 10 persen (yoy) pada kuartal sebelumnya. Sementara itu, ULN di sektor swasta tercatat sebesar USD165,0 miliar (49,2 persen dari total ULN), atau turun -1,4 persen (yoy).
Berdasarkan jangka waktu, posisi ULN Indonesia pada kuartal II-2017 tetap didominasi oleh ULN jangka panjang. Posisi ULN jangka panjang pada akhir kuartal II-2017 tercatat sebesar USD290 miliar (86,5 persen dari total ULN), sedangkan posisi ULN jangka pendek tercatat USD45,3 miliar (13,5 persen dari total ULN). (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More