Ilustrasi: Utang luar negeri Indonesia naik. (Foto: istimewa)
Jakarta – Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia meningkat sebesar 8,2 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi USD431,5 miliar di April 2025.
Meski begitu, Andry Asmoro, Kepala Ekonom Bank Mandiri meyakini struktur ULN RI akan terus mendukung stabilitas eksternal di tengah ketegangan geopolitik hingga perang dagang. Hal tersebut tercermin dari dominasi utang jangka panjang yang sebesar 85,1 persen dan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang terkendali 30,3 persen.
“Mencerminkan profil risiko eksternal yang rendah, membantu menstabilkan rupiah dan mempertahankan kepercayaan investor di tengah ketidakpastian global,” ujar Andry dalam keterangannya, Senin, 16 Juni 2025.
Baca juga: Data Terbaru! Utang Luar Negeri RI Naik 8,2 Persen Tembus USD431,5 Miliar
Andry pun meyakini, pemerintah maupun swasta akan lebih berhati-hati dalam menarik pinjaman atau utang dari luar negeri, karena risiko fiskal dan biaya pendanaan global yang meningkat.
“Tekanan fiskal domestik seperti perluasan belanja untuk mendukung program prioritas pemerintah, dikombinasikan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, kemungkinan akan mendorong pemerintah dan sektor swasta untuk lebih selektif dalam mengambil utang luar negeri baru,” ungkapnya.
Selain itu, premi risiko dapat meningkat jika persepsi pasar terhadap keberlanjutan fiskal domestik memburuk dan sentimen penghindaran risiko terus berlanjut.
Baca juga: BI Restui Bank Tarik Utang Luar Negeri Lebih Banyak, Cek Potensi dan Risikonya
Secara keseluruhan, pihaknya memperkirakan rasio utang luar negeri terhadap PDB Indonesia akan tetap di bawah 40 persen pada tahun 2025.
Namun, kata Andry, risiko utama yang perlu diwaspadai, yakni tekanan fiskal yang dapat memaksa pemerintah untuk menerbitkan lebih banyak utang luar negeri, dan volatilitas ekonomi makro yang dapat meningkatkan premi risiko negara, sehingga meningkatkan biaya pinjaman luar negeri.
“Kami perkirakan rasio utang luar negeri terhadap PDB Indonesia akan tetap di bawah 40 persen pada tahun 2025,” tandasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More