Perbankan

Utang Luar Negeri Perbankan Turun Tipis ke USD31,75 Miliar pada Desember 2025

Poin Penting

  • Utang luar negeri (ULN) perbankan nasional pada Desember 2025 tercatat USD31,75 miliar, turun tipis dari November 2025 sebesar USD31,81 miliar.
  • ULN terbesar berasal dari bank swasta nasional (USD20,66 miliar), diikuti bank BUMN (USD5,45 miliar), bank swasta campuran (USD5,24 miliar), dan bank swasta asing (USD402 juta).
  • Secara keseluruhan, ULN swasta triwulan IV 2025 turun menjadi USD192,8 miliar dan tetap didominasi utang jangka panjang (76,3 persen).

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) perbankan nasional pada Desember 2025 sebesar USD31,75 miliar. Nilai tersebut turun tipis dibandingkan November 2026 yang mencapai USD31,81 miliar.

Berdasarkan data dari buku Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) edisi Februari 2026, posisi ULN swasta menurut kelompok peminjam khususnya perbankan secara mayoritas mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara rinci, ULN terbesar berasal dari bank swasta nasional sebesar USD20,66 miliar, naik tipis dari USD20,65 miliar pada November 2025.

Baca juga: Utang Luar Negeri Perbankan November 2025 Turun Jadi USD31,41 Miliar

Posisi berikutnya ditempati bank BUMN dengan ULN sebesar USD5,45 miliar, relatif stabil dibandingkan November 2025 sebesar USD5,44 miliar.

Sementara itu, bank swasta campuran mencatat ULN sebesar USD5,24 miliar, turun dari USD5,39 miliar pada November 2025. Adapun bank swasta asing membukukan ULN sebesar USD402 juta, meningkat dibandingkan November 2025 sebesar USD316 juta.

ULN Swasta Turun pada Triwulan IV 2025

Secara keseluruhan, posisi ULN swasta pada triwulan IV 2025 tercatat USD192,8 miliar, turun dari USD194,5 miliar pada triwulan III 2025.

Penurunan ini dipengaruhi oleh berkurangnya ULN perusahaan nonlembaga keuangan (nonfinancial corporations).

Baca juga: Purbaya Nilai Utang Luar Negeri RI Masih Aman meski Meningkat

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik dan Gas; serta Pertambangan dan Penggalian, dengan pangsa mencapai 79,9 persen terhadap total ULN swasta.

Adapun ULN swasta masih didominasi utang jangka panjang dengan pangsa 76,3 persen terhadap total ULN swasta. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Aditya Jayaantara Pejabat OJK yang Tidak Jadi Mundur, tapi Dimutasi

Poin Penting Isu pengunduran diri pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencuat, namun Aditya Jayaantara dipastikan… Read More

15 mins ago

Purbaya Soroti NPL KUR 10 Persen, Kaji Pengambilalihan PNM untuk Efisiensi UMKM

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa soroti NPL KUR 10% dan pertimbangkan pengambilalihan PNM dari… Read More

22 mins ago

44 Penerima Beasiswa LPDP Disanksi, 8 Wajib Kembalikan Dana Beserta Bunga

Poin Penting Sebanyak 44 penerima beasiswa LPDP dijatuhi sanksi, 8 di antaranya wajib mengembalikan dana… Read More

1 hour ago

IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah 0,26 Persen ke Posisi 8.374

Poin Penting IHSG sesi I 24 Februari 2026 ditutup melemah 0,26% ke posisi 8.374,66, dari… Read More

2 hours ago

BGN Buka-bukaan soal Anggaran MBG, Ini Rincian per Porsi

Poin Penting BGN menegaskan dana bahan baku MBG bukan Rp15.000, melainkan Rp8.000–Rp10.000 per porsi sesuai… Read More

2 hours ago

PINTAR BI Buka Penukaran Uang Baru Periode 2 Hari Ini, Cek Batas Maksimal

Poin Penting PINTAR BI periode kedua untuk wilayah Jawa dibuka 24 Februari 2026 pukul 08.00… Read More

2 hours ago