Moneter dan Fiskal

Utang Luar Negeri Perbankan November 2025 Turun Jadi USD31,41 Miliar

Poin Penting

  • ULN perbankan nasional turun tipis menjadi USD31,41 miliar pada November 2025 dari USD31,70 miliar pada bulan sebelumnya, menurut data BI
  • Bank swasta nasional masih mendominasi ULN perbankan sebesar USD20,65 miliar, diikuti bank BUMN USD5,44 miliar (stabil)
  • ULN swasta secara keseluruhan menurun ke USD191,2 miliar dengan kontraksi 1,3 persen (yoy), didominasi sektor industri pengolahan, jasa keuangan, listrik dan gas, serta pertambangan.

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) perbankan nasional pada November 2025 sebesar USD31,41 miliar. Angka ini menurun tipis dibandingkan bulan sebelumnya yang senilai USD31,70 miliar.

Berdasarkan data dari buku Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) edisi Januari 2026, posisi utang luar negeri swasta menurut kelompok peminjam khususnya perbankan, terjadi penurunan maupun peningkatan pada masing-masing kelompok bank bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Secara rinci, ULN terbesar diduduki oleh bank swasta nasional yang mencapai USD20,65 miliar. Angka ini lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar USD20,80 miliar.

Baca juga: Utang Luar Negeri RI Turun ke USD423,8 Miliar per November 2025

Posisi kedua adalah bank pelat merah (BUMN) mencatat ULN sebesar USD5,44 miliar, tercatat stabil bila dibandingkan Oktober 2025 yang juga sebesar USD5,44 miliar.

Sementara itu, bank swasta campuran memiliki ULN USD4,99 miliar yang juga menurun dari Oktober 2025 yang pada waktu itu senilai USD55,16 miliar. Sedangkan bank swasta asing mencatat USD316 juta, naik dari USD301 juta pada bulan Oktober 2025.

Secara keseluruhan ULN swasta menurun. Posisi ULN swasta tercatat sebesar USD191,2 miliar pada November 2025, menurun dibandingkan dengan posisi Oktober 2025 sebesar USD191,7 miliar.

Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,3 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 1,5 persen (yoy).

Baca juga: Pemerintah Tarik Utang Rp736,3 Triliun hingga Desember 2025

Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh lebih rendahnya kontraksi ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations), yang tercatat sebesar 0,4 persen (yoy).

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari sektor industri pengolahan; jasa keuangan dan asuransi; pengadaan listrik dan gas; serta pertambangan & penggalian, dengan pangsa mencapai 80,5 persen terhadap total ULN swasta. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab

PT ALTO Network meluncurkan dua layanan digital terbaru, yaitu Askara Connect dan Askara Collab, untuk… Read More

1 hour ago

Ma’ruf Amin: Hijrah Finansial jadi Kunci Akselerasi Ekonomi Syariah Nasional

Poin Penting Hijrah finansial sebagai transformasi menyeluruh, bukan sekadar pindah produk keuangan, tetapi perubahan cara… Read More

1 hour ago

Kinerja 2025 Ciamik, Saham BBCA Diproyeksi Kembali Menguat

Poin Penting Saham BBCA turun sekitar 19 perse ytd, sejalan pelemahan IHSG, namun dinilai sebagai… Read More

2 hours ago

Whoosh Delay akibat Penumpang Tahan Pintu Kereta, KCIC Angkat Bicara

Poin Penting KCIC mengecam penumpang yang menahan pintu Whoosh di Padalarang karena melanggar aturan dan… Read More

2 hours ago

Jelang Akhir Pekan, IHSG Ditutup Menguat ke Posisi 7.458

Poin Penting IHSG menguat signifikan 2,07 persen ke level 7.458,49, didorong dominasi saham naik (485… Read More

2 hours ago

Kredit Bermasalah Pindar Naik di Awal 2026, OJK Ungkap Penyebabnya

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan mencatat rasio kredit bermasalah pindar (TWP90) naik menjadi 4,38% pada… Read More

2 hours ago