Ekonomi dan Bisnis

Usut Importir Bawang Bombai, Satgas Pangan dan Polisi Harus Dilibatkan

Jakarta – Komisi Ombudsman mendukung penelusuran motif pidana importir bawang bombai mini yang dijual selayaknya bawang merah di pasaran. Oleh sebab itu, keterlibatan satgas pangan dan kepolisian diperlukan. Pasalnya, pelanggaran yang dilakukan para pengimpor harus dilihat dari dua sisi, yakni dari sisi impor dan dari sisi pendistribusian.

Anggota Komisioner Ombudsman RI, Dadan Suparjo Suharmawijaya dalam keterangannya, yang diterima di Jakarta, Rabu, 13 Juni 2018 mengungkapkan, bahwa sangat besar potensi para importir untuk melakukan tindak pidana penipuan, jika memang benar menjual bawang tersebut ke pasaran dengan spesifikasi yang tidak sesuai pada surat izin impornya.

Terlebih, pada momentum Lebaran, di mana konsumsi barang seperti bawang, besar kemungkinan hal ini tidak sekadar kesalahan administrasi, melainkan penyalahgunaan wewenang. “Kalau ada kesengajaan, unsur penipuan, bisa masuk pidana itu. Berarti kan dia mengakal-akali nih. Ya sudah, tinggal dilakukan pemeriksaan saja,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, unsur pidana penipuannya juga bisa menimpa dua sisi, yakni terhadap lembaga pengawas maupun konsumen. Pengimpor bisa dikatakan menipu lembaga pengawas karena komoditas impor yang  masuk berbeda daripada izin yang diperoleh. Besar kemungkinan juga terjadi penipuan terhadap konsumen akibat komoditas yang dijual belum tentu seperti yang dijajakan.

Baca juga: Waspadai Importasi Bawang Merah Berlabel Bombai

“Contoh, jika di pasar bawang tersebut dijual sebagai bawang merah dan ternyata adalah mini bombai, jelas ada penipuan terhadap konsumen. Silakan kepolisian masuk untuk melakukan pemeriksaan, untuk melakukan penyidikan apakah betul ada unsur penipuan,” ucap Dadan.

Kementerian Perdagangan juga tengah menelusuri dugaan pidana yang dilakukan importir bawang bombao mini, di mana produknya dijual di pasaran sebagai bawang merah. Dalam pemeriksaan awal, Kemendag telah mendapati adanya ketidaksesuain ukuran bawang bombai yang diimpor. Bahkan lebih parahnya, secara kasat mata komoditas yang kerap disebut sebagai mini bombai tersebut diduga sebagai bawang merah.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag Veri Anggrijono mengaku tengah menelisik mengenai berbagai potensi pelanggaran dan pidana yang dilakukan tiga perusahaan pengimpor komoditas tersebut, yakni CV SMM, LH, dan AL. Jika ditemukan pelanggaran terkait pidana, pihak Kemendag akan segera melimpahkan kasus ini ke Satgas Pangan.

“Kalau itu nanti ditemukan pelanggaran pidananya, terkait pidana umum, mungkin ada pemalsuan-pemalsuan, baru kita tindak lanjuti ke sana,” paparnya.

Saat ini, komunikasi yang dilakukan Kemendag dengan Satgas Pangan memang baru sebatas pemberian informasi. Hal ini dikarenakan para importir mini bombai ini memiliki surat izin impor.  Hanya saja, ukuran bawang yang masuk ternyata menyalahi aturan Permentan Nomor 105 Tahun 2017 tentang Karakteristik Bawang Bombai yang Dapat Diimpor. Di mana tercantum ukuran umbi bawang bombai yang masuk ke Indonesia harus di atas 5 cm.

“Nanti kalau penanganan tindak lanjutnya ya kita baru koordinasi dengan satgas. Tetapi, setiap ada kesempatan dan informasi yang kita tangani, kita infokan ke satgas,” tegasnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

2 mins ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

9 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

9 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

10 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

11 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

11 hours ago