Perbankan

Revisi Qanun jadi Cerminan ‘Suara Hati’ Masyarakat Aceh

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh tengah mengusulkan untuk merevisi Qanun Nomor 11 tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS) dengan membuka peluang bank konvensional beroperasi kembali di Aceh.

Usulan ini diduga kuat karena lumpuhnya layanan perbankan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) beberapa waktu lalu akibat serangan ransomware. Ini menyebabkan masyarakat Aceh kesulitan bertransaksi keuangan. Jadi, jangan heran bila ada sebagian masyarakat Aceh, yang menginginkan revisi Qanun sehingga kejadian serupa tak terulang lagi.

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Moch Amin Nurdin, menilai bahwa usulan-usulan dari masyarakat Aceh tersebut menjadi gambaran dari ‘suara hati’ masyarakat yang merasakan imbas dari adanya gangguan layanan BSI selama empat hari beruntun.

“Kemudian yang menjadi sebab musabab dampak dari hal itu, kemudian muncullah keinginan masyarakat Aceh untuk mengubah Qanun, usulan ini kemudian kembali mereka membuka kesempatan secara umum kepada bank konvensional untuk beroperasi di Aceh,” ucap Amin kepada infobanknews dikutip, 13 Juni 2023.

Meski begitu, dirinya menyatakan bahwa, jika nantinya aturan tersebut berlaku tidak akan terjadi perubahan yang signifikan bagi perbankan syariah di Aceh. Hal ini karena masyarakat Aceh sudah merasa nyaman bertransaksi dengan bank syariah, sehingga tidak secara instan bermutasi ke bank konvensional.

Di sisi lain, Amin juga melihat bahwa tidak semua masyarakat Aceh berbanking syariah, terkadang masyarakat Aceh pun juga bertransaksi dengan bank konvensional untuk keperluan bisnis.

“Dengan dua hal ini tidak akan serta merta, kemudian berdampak pada turunnya market share, turunnya keinginan nasabah untuk pindah, turunnya hasrat masyarakat untuk berbanking dengan syariah, saya rasa tapi kecil, karena dua hal tadi mereka tidak sepenuhnya mengandalkan perbankan syariah,” imbuhnya.

Adapun, jika nantinya bank konvensional kembali berlaku di Aceh dan turut menghadirkan cabang-cabangnya di sana, tentu hal tersebut akan memengaruhi BSI dari segi market share. Meski demikian, BSI ke depannya diyakini akan tetap eksis.

“Jadi kalau bicara nasib ya masih akan eksis bank BSI di Aceh dan seluruh Indonesia. Memang sedikit berkurang (saat ini) wajar kan reputasinya barusan tercemar, secara strategicnya barusan ancur-ancuran untuk management-nya diganti semua dan itu butuh waktu untuk memperbaiki keadaan,” ujar Amin. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Nasib Rupiah setelah Libur Lebaran di Tengah Perang dan Fiskal yang Bak di Tepi Jurang

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group LIBUR Lebaran tahun ini mungkin terasa… Read More

2 hours ago

Biar Nggak Tekor, Ini Cara Atur THR dan Jaga Kesehatan saat Lebaran

Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More

10 hours ago

BI Tetap Siaga di Pasar Jaga Rupiah selama Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri

Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More

13 hours ago

Dampak Perang Timur Tengah, BI Tarik Sinyal Penurunan Suku Bunga

Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More

13 hours ago

BSN Jalin Kerja Sama dengan Ekosistem Properti Syariah Indonesia

Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More

13 hours ago

Porsi Pembiayaan Meningkat, Maybank Indonesia Perkuat Pembiayaan SME Syariah

Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More

15 hours ago