Ilustrasi gedung Bukalapak (foto:istimewa)
Jakarta – Bukalapak telah mengumumkan akan menutup layanan marketplace-nya pada tahun ini. Nantinya, platform jual beli online ini hanya fokus pada penjualan produk virtual seperti pulsa prabayar, token listrik hingga angsuran kredit.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pihak Bukalapak akan menghadap kepadanya terkait dengan penutupan tersebut.
“Dia mau laporan (Bukalapak), saya mau dengar dulu,” ujar Airlangga di Kantornya, dikutip, Kamis, 9 Januari 2025.
Baca juga: Bukalapak “Tutup Lapak” Layanan Marketplace
Airlangga pun masih belum bisa berkomentar banyak soal tutupnya layanan jual beli online tersebut. Direncanakan pihak Bukalapak akan menyambanginya pekan depan untuk menghadap dan memberikan penjelasan.
“Mungkin minggu depan (pertemuan dengan Bukalapak),” ungkapnya.
Sebelumnya, Bukalapak menutup layanan penjualan untuk semua produk fisik di marketplace, mulai Selasa, 7 Januari 2025. Nantinya, e-commerce satu ini hanya fokus pada penjualan produk virtual seperti pulsa prabayar, token listrik dan sebagainya.
“Kami ingin menginformasikan bahwa Bukalapak akan menjalani transformasi dalam upaya untuk meningkatkan fokus pada Produk Virtual. Sebagai bagian dari langkah strategis ini, kami akan menghentikan operasional penjualan Produk Fisik di Marketplace Bukalapak,” tulis Bukalapak di blog resminya, dikutip Rabu, 8 Januari 2025.
Baca juga: Tutup Layanan Marketplace, Bagaimana Nasib 16,8 Juta Mitra Bukalapak? Selama ini, Bukalapak sendiri menjual sejumlah produk fisik seperti busana, gadget, barang elektronik hingga kebutuhan rumah tangga.
Bukalapak menyadari, penutupan layanan penjualan produk fisik tersebut bakal berdampak pada usaha para pelapak (sebutan untuk pedagang). Oleh karena itu, perusahaan berkomitmen untuk membuat proses transisi ini berjalan sebaik mungkin.
Dalam hal ini, pedagang di Bukalapak masih bisa mengunggah produk fisik baru hingga Kamis 1 Februari 2025.
Selanjutnya pada 9 Februari 2025, pukul 23.59 WIB, akan menjadi waktu terakhir bagi pembeli membuat pesanan untuk sejumlah kategori produk.
“Kami menyarankan kepada Pelapak untuk menyelesaikan pengelolaan pesanan yang masuk sebelum tanggal akhir operasional Marketplace untuk menghindari pembatalan otomatis pesanan yang belum terpenuhi,” jelas Bukalapak.
Baca juga: Tutup Layanan Marketplace, Saham Bukalapak Turun 4,10 Persen
Sementara itu, untuk seluruh pesanan yang belum diproses hingga 2 Maret 2025 pukul 23:59 WIB, maka akan dibatalkan otomatis oleh sistem.
Adapun dana dari pesanan yang dibatalkan tersebut akan dikembalikan kepada pembeli melalui BukaDompet. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More