Usai Tercatat di BEI, Harga Saham CDIA dan COIN Sentuh ARA

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan dua perusahaan tercatat baru, yakni PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) sebagai perusahaan ke-17 dan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) sebagai perusahaan ke-18 pada Rabu, 9 Juli 2025.

Pasca pencatatan saham di BEI, harga saham CDIA dan COIN mengalami penguatan hingga menyentuh Auto Rejection Atas (ARA).

Harga Saham CDIA

Harga saham CDIA menguat 34,74 persen ke posisi Rp256 per saham dari harga awal Rp190 per saham. CDIA telah memperdagangkan 12.533 saham, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1.211 kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp320,84 juta.

Baca juga: Melantai di Bursa, CDIA Himpun Dana Segar Rp2,37 Triliun

Sebagai salah satu perusahaan mercusuar atau lighthouse yang melantai di BEI berhasil meraih dana Rp2,37 triliun yang bakal dipakai untuk setoran kepada anak usaha pelabuhan Rp1,5 triliun dan Rp871,8 miliar untuk anak usaha bisnis logistik.

Harga Saham COIN

Sementara itu, saham COIN juga mengalami penguatan sebanyak 35 persen ke posisi Rp135 per saham dari harga awal Rp100 per saham.

Saham COIN telah diperdagangkan sebanyak 13.685 saham, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 990 kali, dan total nilai transaksi mencapai Rp184,75 juta.

Baca juga: COIN, Ekosistem Bursa Aset Kripto Pertama di Dunia yang Melantai di BEI

Adapun, dana segar yang berhasil dihimpun COIN dari IPO sekitar Rp220,58 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk modal kerja anak usahanya, yakni PT Central Financial X sebanyak 85 persen dan sisanya untuk modal kerja anak usaha PT Kustodian Koin Indonesia.

COIN menorehkan sejarah sebagai ekosistem bursa aset kripto pertama di dunia yang sahamnya diperdagangkan di pasar modal Indonesia. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Total Pendapatan Asuransi Jiwa 2025 Capai Rp238,71 Triliun, Tumbuh 9,3 Persen

Poin Penting Total pendapatan asuransi jiwa 2025 mencapai Rp238,71 triliun, naik 9,3 persen yoy, namun… Read More

9 mins ago

Bank BPD Bali Imbau Nasabah Waspada Penipuan Digital Jelang Nyepi dan Lebaran

Poin Penting Bank BPD Bali mengingatkan nasabah meningkatkan kewaspadaan karena momentum pencairan THR dan meningkatnya… Read More

31 mins ago

Waskita Karya Garap Proyek Rumah Sakit di Maluku, Segini Nilai Kontraknya

Poin Penting Waskita Karya (WSKT) mengerjakan pembangunan gedung baru seluas 8.438 m² senilai Rp217,97 miliar,… Read More

38 mins ago

Transformasi Layanan BTN, dari Bank KPR Menuju Full Banking Services

Poin Penting BTN dorong transformasi beyond mortgage untuk menjadi bank dengan layanan perbankan lengkap Proses… Read More

2 hours ago

Bos Askrindo Beberkan Progres Konsolidasi Asuransi BUMN

Poin Penting Konsolidasi perusahaan asuransi BUMN mulai memasuki tahap persiapan teknis di bawah koordinasi IFG… Read More

2 hours ago

Realisasi Dana TKD Tembus Rp147,7 Triliun, 21,3 Persen dari Pagu APBN 2026

Poin Penting Pemerintah salurkan dana TKD Rp147,7 triliun hingga Februari 2026 (21,3 persen dari pagu),… Read More

2 hours ago