Ilustrasi: Pergerakan pasar saham. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Harga saham PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) mengalami penguatan usai melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai perusahaan ke-19, pada hari ini (27/2).
Berdasarkan statistik RTI Business pada pukul 09.05 WIB pergerakan harga saham VISi terpantau menguat 14,17 persen ke level Rp137 per saham dari harga penawaran awal Rp120 per saham.
Baca juga: BEI Bakal Buka Suspensi Saham WIKA, Asalkan…
Bahkan, harga saham VISI sempat mengalami penguatan ke level Rp158 per saham sebagai level tertingginya. Sehingga, harga saham VISI bergerak antara level Rp122-Rp158 per saham.
Di sisi lain, total frekuensi perdagangan saham VISI mencapai 14 ribu kali dan volume perdagangan tercatat 158,58 juta saham, serta nilai transaksi harian sebanyak Rp21,51 miliar.
Dalam aksi IPO tersebut, VISI menawarkan sebanyak 615 juta saham atau sebanyak 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, sehingga Perseroan berhasil meraih dana segar sebesar Rp73,80 miliar.
Baca juga: OJK Sebut Pasar Saham Masih Tangguh di Tengah Perlambatan Ekonomi Global, Ini Buktinya
Selama masa penawaran umum, berdasarkan sistem e-IPO, Perseroan mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscribed sekitar 210,07 kali, dengan jumlah pemesan saham VISI adalah sebanyak 30.235 pihak yang tersebar dari 34 provinsi di Indonesia dan dari sembilan mancanegara.
Adapun para pemesan saham VISI, didominasi oleh investor individu sebanyak 30.219 pihak sedangkan sisanya sebanyak 16 investor institusi. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap kondisi Perseroan. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More