Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (13/5) indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka pada zona merah ke level 7.064,79 atau melemah 0,34 persen dari level 7.088,79 usai libur panjang pekan lalu.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 428,15 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 40 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp852,39 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 121 saham terkoreksi, sebanyak 151 saham menguat dan sebanyak 253 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Berpeluang Melemah, Intip Rekomendasi Saham Berikut
Sebelumnya, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, CFP, melihat bahwa IHSG secara teknikal hari ini akan berpotensi menguat terbatas.
“Hari ini IHSG ada potensi menguat terbatas, dengan level support IHSG di 7.030-7.080, sedangkan level resist berada di 7.120-7.160,” ucap Fanny dalam risetnya di Jakarta, 13 Mei 2024.
Dari sisi, Wall Street berhasil ditutup menguat tipis pada akhir pekan lalu Jumat (10/5), hal itu dipengaruhi oleh investor yang menganalisis komentar dari pejabat The Fed dan menantikan data inflasi penting minggu ini.
Berdasarkan hal itu, indeks Dow Jones ditutup naik 0,32 persen menjadi 39.512,84, indeks S&P 500 menguat 0,16 persen ke 5.222,68 dan indeks Nasdaq Composite melemah tipis 0,03 persen ke 16.340,87.
Baca juga: BEI Catat Ada 36 Perusahaan Antre IPO, 8 Beraset Jumbo
Adapun, indeks saham di pasar Asia-Pasifik juga kompak naik pada perdagangan pekan lalu yang didorong oleh data klaim pengangguran AS yang lebih tinggi dari perkiraan dan harapan penurunan suku bunga oleh The Fed meningkatkan sentimen pasar.
Sementara, indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,41 persen, Topix menguat 0,54 persen, Hang Seng Hong Kong melesat 2,30 persen, Shanghai Composite naik tipis 0,01 persen, KOSPI Korea Selatan menguat 0,57 persen, dan ASX 200 Australia juga naik 0,35 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More