Jakarta – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) mencatat adanya lonjakan tajam kasus positif Covid-19 pada 2 provinsi di Indonesia yakni Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Ketua Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, dr. Dewi Nur Aisyah menjelaskan, pada (15/11) Jawa Tengah mencatat penambahan kasus 1.071 kasus, disusul Jawa Barat dengan penambahan kasus 309. Menurutnya, banyaknya destinasi wisata membuat penambahan kasus naik cukup tajam.
“Jawa Tengah dan Jawa Barat menunjukkan penambahan kasus Covid-19 yang signifikan pasca libur panjang, karena sebenarnya Jateng dan Jabar ini destinasi favorit untuk orang libur panjang jadi ini beberapa hal yang kita lihat,” kata Dewi dalam video conference di Kanal Youtube BNPB Indonesia, Rabu 18 November 2020.
Tak hanya itu, Dewi bahkan menyebut masih adanya klaster industri dari kedua provinsi tersebut. Oleh karena itulah Satgas Covid-19 selalu tak henti-hentinya mengimbau masyarakat melakukan protokol kesehatan yang ketat dimanapun berada dengan menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun serta air mengalir.
Sebagai informasi saja, data terbaru Satgas Covid-19 mencatat hingga (18/11) angka kesembuhan covid-19 secara nasional telah sebanyak 402.347 kasus dengan penambahan kasus sembuh 3.711 kasus. Sementara itu penambahan kasus covid-19 di Indonesia per hari ini sebanyak 4.265 kasus (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More