Pekerja melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – CGS International Sekuritas Indonesia melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai libur Imlek secara teknikal hari ini (18/2) diprediksi akan bergerak variatif cenderung melemah.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 8.090-8.150 dan resistance 8.275-8.335,” tulis manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 18 Februari 2026.
Diketahui, pada perdagangan Jumat lalu (9/2) IHSG ditutup ditutup bertahan pada zona merah ke posisi 8.212,27 atau melemah 0,64 persen dari level 8.265,35.
Baca juga: Mirae Asset Sebut Gerak Penguatan IHSG Masih Terbatas, Ini Sebabnya
Analis CGS menjelaskan berlanjutnya aksi jual investor asing dalam jumlah cukup besar dan terkoreksinya harga mayoritas komoditas berpeluang menjadi sentimen negatif untuk IHSG.
Sementara dengan menguatnya mayoritas indeks di bursa Wall Street diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
Baca juga: Reformasi Pasar Saham: Antara Obat Pereda “Goreng Saham” dan “Akrobat” Saham Konglo
Pada perdagangan hari ini CGS International Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi kasih cuan, di antaranya adalah PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT H.M. Sampoerna Tbk (HMSP).
Ada juga saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting KB Bank fokus pada corporate banking dengan ekspansi kredit yang lebih selektif. Perseroan… Read More
Poin Penting Pendapatan AMAG naik 8,48% menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Laba bersih turun 41%… Read More
Poin Penting Pembiayaan baru WOM Finance tumbuh 9,35 persen (yoy) menjadi Rp5,94 triliun, mendorong kenaikan… Read More
Poin Penting Kasus Amsal mengungkap dugaan mark-up anggaran proyek desa dengan kerugian negara sekitar Rp202… Read More
Poin Penting WOM Finance merombak jajaran komisaris dan direksi melalui RUPS terbaru. Posisi direktur utama… Read More
Poin Penting Pendapatan DCII 2025 tumbuh 40,1 persen yoy menjadi Rp2,5 triliun, didorong operasional data… Read More